Totok Suprayitno: UN Bukan Satu-satunya Instrumen yang Mampu Mendeteksi Seluruh Masalah Pendidikan

Jakarta, Kemendikbud – Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menyelenggarakan rapat koordinasi persiapan Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2017/2018 pada tanggal 21-22 Februari 2018 di Jakarta. Peserta rapat koordinasi adalah para kepala dinas pendidikan, ketua panitia pelaksana, pejabat pembuat komitmen, dan bendahara UN dari 34 provinsi di Indonesia. Turut hadir dalam acara yang dibuka oleh Kepala Balitbang ini Ketua dan Sekretaris BSNP, Sekretaris Balitbang, Kepala Puspendik dan tim dari sekretariat UN.

Dalam sambutannya, Totok Suprayitno Kepala Balitbang mengatakan Ujian Nasional (UN) merupakan salah satu proses asesmen eksternal yang dilakukan oleh lembaga independen, yaitu Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Posisi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak lagi sebagai eksekutor pendidikan, tetapi dinas pendidikan provinsi dan dinas pendidikan kabupaten/kota yang menjadi eksekutor pendidikan.

Totok Suprayitno Kepala Balitbang memberikan sambutan kepada peserta rapat koordinasi persiapan Ujian Nasional tahun pelajaran 2017/2018 pada tanggal 21-22 Februari 2018 di Jakarta.

“UN merupakan instrumen untuk mendiagnosa permasalahan pendidikan, namun UN juga memiliki keterbatasan sehingga tidak mampu mendiagnosa berbagai permasalahan pendidikan nasional. Ibarat sebuah termometer, alat ini tidak mampu mendiagnosa berbagai jenis penyakit. Oleh karena itu, jangan berharap seluruh permasalahan pendidikan diselesaikan melalui UN”, ucap Totok seraya menambahkan mengingat kondisi Indonesia yang sangat heterogen, UN sangat diperlukan sebagai alat ukur untuk mengidentifikasi sekolah yang masih rendah mutu pendidikannya. 

Namun, ujarnya, UN yang hanya mengukur aspek kognitif dan dilaksanakan secara massal, tidak boleh digunakan untuk mendiagnosa seluruh permasalahan pendidikan.  Merupakan kesalahan besar jika UN digunakan untuk asesmen di semua lini.

“Jangan salahkan UN jika UN tidak mampu mendeteksi dan menyelesaikan seluruh permasalahan pendidikan nasional. Tetapi salahkan pihak yang menjadikan UN sebagai alat ukur untuk seluruh permasalahan pendidikan”, ucap Totok.

Lebih lanjut Totok menegaskan bahwa hasil UN harus ditindaklanjuti dengan perbaikan proses pembelajaran di sekolah. “Perbaikan proses pembelajaran bukan dilakukan dengan meminta siswa mengikuti bimbingan belajar (Bimbel) di luar sekolah, tetapi dilakukan melalui proses pembelajaran yang benar oleh guru”, ujarnya. 

Mengingat UN masih memiliki keterbatasan, maka diperlukan instrumen lain untuk mengukur kompetensi peserta didik, yaitu Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Menurut Kepala Balitbang, USBN tidak hanya mengukur aspek kognitif (teori), tetapi juga mengukur aspek keterampilan. Selain itu, soal USBN dibuat dalam bentuk pilihan ganda dan esai atau uraian.

“Dengan adanya soal urain ini kita ingin siswa dapat memberikan berbagai alternatif jawaban, sehingga tidak terbelenggu dengan satu pilihan jawaban”, ucap Totok.

Pada kesempatan yang sama, Dadang Sudiyarto Sekretaris Balitbang dalam laporannya menyampaikan bahwa tahun 2018 akan diselenggarakan pada bulan April.  Berbagai persiapan telah dilakukan, diantaranya adalah sosialisasi kebijakan UN, rapat koordinasi, pendataan peserta, penyiapan bahan ujian, simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), dan pelatihan proktor. 

“Setelah rapat koordinasi ini mesti harus sudah ada kepastian jumlah satuan pendidikan pelaksana UNBK dan ujian berbasis kertas”, ucap Dadang. 

Sementara itu, Bambang Suryadi Ketua BSNP menyampaikan materi tentang kebijakan dan Prosedur Operasioal Standar (POS) penyelenggaraan UN tahun 2018 sebagai  acuan pelaksanaan UN, baik di tingkat pusat maupun  di satuan pendidikan.

Selain itu, dalam rapat koordinasi ini, juga dibahas masalah pendataan peserta UN, penggandaan dan distribusi bahan ujian,  anggaran pelaksanaan UN, dan penandatanganan perjanjian kerjasama  pelaksanaan  UN 2018. (BS)

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *