Sebanyak 276 Peserta dari 8 Provinsi Ikut Bimtek Penulisan Buku Teks Pelajaran K-13 di Surabaya

Surabaya – Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2017 Tentang Sistem Perbukuan telah ditetapkan. Saat ini UU tersebut sedang dijabarkan ke dalam Rancangan Peraturan Pemerintah agar bisa menjadi acuan yang lebih perasional demi terwujudnya ekosistem perbukuan. Dengan adanya undang-undang tersebut peran serta masyarakat dalam menyediakan buku teks pelajaran semakin penting dalam pengadaan buku teks pelajaran. Peran ini dapat dilakukan oleh penerbit dengan mengadakan buku teks pelajaran yang berkualitas. 

Menurut UU tersebut, buku teks pelajaran sekurang-kurangnya harus memenuhi syarat kelayakan isi, yaitu tidak bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, tidak mengandung unsur kekerasan, tidak mengandung ujaran kebencian, tidak diskriminatif berdasarkan suku, agama, ras, dan/atau antargolongan, serta tidak mengandung unsur pornografi.

Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) merespon regulasi tersebut dengan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) penulisan buku teks pelajaran, yang dilaksanakan di Surabaya pada hari Sabtu (17/2/2018). Kegiatan ini dilaksanakan oleh IKAPI Jawa Timur bekerja sama dengan BSNP dan Puskurbuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sebelum ini, IKAPI Jawa Tengah juga menyelenggarakan kegiatan serupa yang dikemas dalam bentuk Seminar Sehari Tentang Pembekalan Kepada Penulis dan Editor Mengenai Implementasi Prinsip-Prinsip Kurikulum 2013 dalam Buku Teks Pelajaran di Solo pada hari Sabtu (28/10/2017).

Menurut Ketua Panitia Murysid Burhanuddin kegiatan ini sengaja kami buat lebih teknis. Karena model seminar atau ceramah misalnya, memiliki sejumlah keterbatasan. Bahkan, para penulis, editor dan penerbit sangat menantikan kegiatan yang lebih teknis dan aplikatif. Yang dapat membekali mereka dengan berbagai keterampilan yang dibutuhkan untuk menghasilkan buku-buku yang berkualitas dan sesuai dengan standar pemerintah.

Lebih lanjut Mursyid Burhanuddin mengatakan tujuan Bimtek ini adalah untuk meningkatkan keterampilan penulis, editor dan penerbit di dalam menerbitkan buku-buku teks yang berkualitas. Selain itu, juga untuk meningkatkan angka partisipasi dan angka kelulusan penerbit dalam kegiatan penilaian buku teks kurikulum 2013. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong terciptanya ekosistem perbukuan yang lebih bergairah dengan terbitnya buku-buku berkualitas dan sesuai dengan standar pemerintah.

Antusiasme penerbit, tambah Musyrid, untuk mengikuti Bimtek sangat tinggi. Hal ini terbukti dengan banyaknya  peserta dari 8 provinsi dari wilayah Jawa dan Luar Jawa. “Acara ini  diikuti 276 orang perserta dari delapan provinsi, termasuk Provinsi Maluku dan Sumatera Barat”, ucap Mursyid seraya menambahkan sebagai persiapan Panitia Bimtek telah melakukan audiensi dengan Zaki Su’ud pada tanggal 17 Januari 2018 di BSNP.

Sementara itu, Rosidayati Rozalina Ketua Umum IKAPI Pusat mengatakan bahwa tinggi antusiasme peserta dalam kegiatan ini menunjukkan industri penerbitan buku di daerah berkembang dengan pesat. Peran IKAPI adalah memberikan pembinaan melalui lokakarya, seminar, pameran, dan workshop tentang buku teks pelajaran. Selain itu, IKAPI juga memiliki kewajiban untuk mengawal kebijakan pemerintah tentang pengadaan buku teks pelajaran, termasuk penerapan kode etik bagi para penerbit, penulis, dan editor.

Rosidayati Rozalina Ketua Umum IKAPI Pusat menyampaikan sambutan dalam acara Bimtek Penulisan Buku Teks Pelajaran Kurikulum 2013 di Surabaya, Sabtu, 17 Februari 2018.

 

Materi Bimtek dikemas dalam berbagai topik, diantaranya adalah kebijakan perbukuan yang disampaikan oleh Supriyatno Kepala Bidang Perbukuan dalam kapasitasnya mewakili Awaluddin Tjalla, Kepala Puskurbuk.  Zaki Su’ud anggota BSNP menyampaikan materi tentang Metode Praktis Penulisan Buku Teks Kurikulum 2013 dan Kelayanan Isi Buku Teks Pelajaran. Sedangkan materi tentang kelayakan penyajian buku teks pelajaran disampaikan oleh Mohammad Syaifuddin. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok sesuai dengan jenjang pendidikan, yaitu jenjang SD, SMP, dan SMA. Para nara sumber menyampaikan materi untuk ketiga kelompok tersebut.

Menurut Zaki Su’ud dalam upaya menjaga standar buku teks pelajaran, BSNP dan Pusat Kurikulum dan Perbukuan telah membuat kebijakan model penilaian dengan Pola Inisiatif Masyarakat. Dengan pola ini, setiap penerbit bisa mengajukan penilaian kapan pun saja, tanpa dibatasi oleh judul buku dan waktu.

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *