Joko Widodo: Pendidikan dan Kebudayaan Sumber Kekuatan Bangsa, Catatan dari RNPK 2018

Jakarta – Kekayaan sumberdaya alam tidak bisa menjamin kesejahteraan dan kesuksesan sebuah bangsa. Lima unsur utama yang memajukan sebuah negara adalah sumber daya manusia (SDM), stabilitas sosial dan politik, kepemimpinan dan manajemen pemerintah, IPTEKS, serta kreatifitas dan inovasi. Selain adanya pencapaian prestasi dalam bidang pendidikan, kita  juga masih memiliki pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan.

Demikian pesan penting Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ketika membuka Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) yang diselenggarapan pada tanggal 5-8 Februari 2018 di Pusdiklat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Sawangan, Depok. Tema RNPK 2018 adalah ‘Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan’.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara ini adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna, para pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kemdikbud, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten/Kota,Kepala LPMP, Kepala P4TK, dan pemangku kepentingan bidang pendidikan di Pusat dan Daerah.

 

Joko Widodo Presiden Republik Indonesia menyampaikan arahan dan pesan kepada peserta Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) di Sawangan, Depok (5-8/2/2018). Tema RNPK tahun ini adalah “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengingatkan peserta RNKP bahwa banyak negara maju yang justru alamnya keras dan tidak subur. Sebaliknya banyak sekali beberapa negara yang alamnya kaya raya: kaya tambang, minyak, dan gas justru didera kemiskinan dan konflik saudara.

“Kekayaan sumberdaya alam tidak bisa menjamin kesejahteraan dan kesuksesan sebuah bangsa. Oleh karena itu, jangan sampai sumber daya alam yang melimpah membuat kita malas, melemahkan daya juang dan membuat kita lemah dan tidak membuat kita kreatif”, ucap Joko Widodo seraya menambahkan yang memajukan sebuah negara adalah SDM,  stabilitas sosial dan politik, kepemimpinan dan manajemen pemerintah, IPTEKS, serta kreatifitas dan inovasi. 

Lebih lanjut Joko Widodo mengatakan bahwa Pemerintah telah bekerja keras untuk meningkatkan layanan pendidikan, melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk  menjamin akses pendidikan. Namun, Presiden juga mengakui bahwa pendidikan karakter masih memiliki PR yang besar dan perlu diselesaikan bersama, seperti kasus bullying, tawuran antar pelajar, dan hilangnya rasa hormat kepada guru di kalangan siswa. Oleh karena itu pendidikan mesti menghasilkan generasi yang memiliki daya juang dan sikap kebersamaan, kejujuran, dan kesantunan.

Terkait dengan kebudayaan, Presiden Joko Widodo berpesan sistem pendidikan harus menjadi jantung kebudayaan. Ekspresi seni dan budaya tidak boleh bergeser dari kebudayaan. Yang lebih penting lagi kita harus bisa memastikan pendidikan dan kebudayaan menjadi sumber kekuatan, persatuan, dan sumber memenangkan persaingan global. Anak-anak tidak bileh ketinggalan IPTEKS dan teknologi harus digunakan untuk memperkuat peradaban lokal kita.

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *