Monitoring Evaluasi UNBK SMK di Provinsi Sumatera Utara

Ki Dr. Saur Panjaiatan Anggota BSNP berbincang dengan siswa SMK setelah pelaksanaan UNBK SMK

Pelaksanaan UNBK  SMK sejak hari-1 sampai hari ke-3 di Sumatera Utara berjalan dengan lancar sesuai dengan POS UN yang diterbitkan oleh BSNP. Ki Dr. Saur Panjaitan XIII, sebagai anggota BSNP yang ditugaskan ke Sumatera Utara sempat mengunjungi beberapa SMK, baik SMK Negeri maupun SMK Swasta, antara lain:

  1. SMK Negeri 1 Kisaran, Kabupaten Asahan Sumatera Utara,
  2. SMK Negeri 1 Lubuk Pakam, Deli Serdang Sumatera Utara,
  3. SMK Swasta Muhamadiyah 10 Kisaran, Asahan,
  4. SMK Swasta Asahan,
  5. SMK Tamansiswa Medan, dan
  6. SMK Teladan Medan.

Kunjungan ke sekolah dalam rangka Monitoring Evaluasi UNBK didampingi langsung oleh Bapak Saut Aritonang, M.Pd dari unsur Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Bapak Jumadi, SPd, MM selaku Kepala Cabang Dinas Kabupaten Asahan serta Pengawas SMK Bapak Kornelis Manik. 

Dari pemantauan di lapangan, diketahui bahwa sarana pendukung komputer dan listrik cukup memadai. Pelaksanaan Ujian pada umumnya dilakukan secara bertahap sebanyak 3 sesi dan 2 sesi tergantung dari jumlah siswa peserta UNBK. SMK Negeri 1 Kisaran, SMK Negeri 1 Lubuk Pakam, SMK Teladan Medan melaksanakan UNBK sampai 3 sesi karena jumlah siswanya mencapai 300 orang siswa.  Sedangkan untuk siswa yang berkisar 100 orang, melaksanakan ujian sebanyak 2 sesi, yaitu  SMK Muhamadiyah , SMK Tamansiswa dan SMK Swasta Asahan.

Dukungan dari pengawas juga cukup baik, dimana pengawas ruang ujian dilakukan secara silang, yaitu berasal dari sekolah lainnya dan bukan merupakan guru bidang studi yang sedang diujikan. Kepala Sekolah cukup kooperatif, disamping berkeliling ke lapangan, pemantauan ujian dilaksanakan melalui CCTV di kantor Kepala Sekolah.

Pada saat dilakukan wawancara kepada siswa yang telah selesai melaksanakan ujian, terlihat para siswa cukup antusias mengikuti UNBK. Menurut para siswa, materi yang diujikan cukup sesuai dengan materi yang diajarkan selama ini di sekolah. Tingkat kesulitan materi ujian standar, ada yang mudah dan ada juga yang agak kesulitan menjawabnya. Khusus untuk soal-soal yang kalimatnya panjang dan berupa penalaran, para siswa sangat tidak menyukainya dan menganggap sangat sulit. Ada yang mengatakan soal tersebut membingungkan. “Capek membaca soalnya, padahal jawaban sangat singkat” demikian kata siswa yang diwawancarai. Bahkan ada siswa yang mengatakan soal tersebut membuat mereka mengantuk.

Namun pada tanggal 17 Maret 2020, Gubernur  Sumatera Utara menerbitkan Surat Edaran Nomor 440/2666/2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Resiko penularan infeksi virus disease (Covid-19) di Sumatera Utara, yang menyatakan bahwa untuk mencegah penyebaran virus corona, para siswa diliburkan di Sumatera Utara, kecuali yang melaksanakan UNBK baik untuk SMK maupun UN SMA tetap berjalan sesuai jadwal.  Dengan terbitnya Surat Edaran Gubernur tersebut beberapa siswa mulai khawatir. Untuk mengatasinya, pihak sekolah cukup tanggap dan meresponnya dengan baik, meminta anak-anak untuk menjaga kebersihan dan mencuci tangan secara bersih.  Pihak sekolah, seperti SMK Tamansiswa Lubuk Pakam menyikapinya dengan memfasilitasi alat pembersih cuci tangan sebelum dan sesuadah melaksanakan Ujian.

You may also like...