BSNP Gelar Evaluasi UN 2019 dan Persiapan UN 2020

JAKARTA, BSNP – Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menggelar Evaluasi Ujian Nasional 2019 dan persiapan Ujian Nasional 2020 di Jakarta, Senin (9/9/2019). Evaluasi ini selain dihadiri seluruh anggota BSNP, juga dihadiri para pemangku kepentingan pendidikan di tingkat pusat, provinsi dan daerah.

Ketua BSNP Abdul Mu’ti, pada awal acara tersebut mengatakan, rapat ini merupakan bagian dari upaya BSNP untuk menyempurnakan UN tahun 2020. Dengan acara ini, wacana yang berkembang di masyarakat bahwa UN ditiadakan tahun 2020 tidak berlaku lagi. Secara kelembagaan, BSNP berusaha melaksanakan UN 2020 beserta dengan lembaga terkait.

“Kami ingin mendapatkan gambaran yang lebih luas, sesuai dengan apa yang diinginkanbersama, agar pelaksanaan UN itu aman, tertib dan mendapatkan hasil terbaik. Kita akan berusaha untuk terus menyempurnakan apa yang sudah dilaksanakan tahun ini, baik dari sisi teknis pelaksanaan, maupun terkait soal UN,” ujarnya.

Totok Suprayitno, Kepala Balitbang Kemdikbud saat membuka pertemuan itu mengatakan, wacana Ujian Nasional saat ini bukan soal ada atau tidak adanya UN. Pasalnya, UN sudah menjadi kebijakan yang akan tetap dijalankan.

Namun, Totok mengingatkan, bahwa dunia saat ini berubah dengan cepat. Perubahan dari manual ke otomasi, terjadi dalam waktu sekitar 20 tahun, membuat para pemangku kepentingan pendidikan harus betul-betul menyiapkan anak didik hari ini, untuk siap menghadapi tantangan kedepan.

“Anak-anak yang sekarang sedang berada di bangku pendidikan, akan berhadapan dengan era 4.0 yang bergerak dengan cepat,” ujarnya.

Tantangan mereka, menurut Totok, juga akan menghadapi perubahan pola pekerjaan. “Banyak yang tergantikan oleh otomasi dalam 4.0,” ujarnya.

Meskipun, menurut Totok, juga muncul pekerjaan baru yang memerlukan analitik dan non rutin. Jenis pekerjaan baru yang muncul cukup banyak, dan memunculkan peluang.

Dalam rapat yang dipimpin Abdul Mu’ti dan didampingi Sekretaris BSNP KH Arifin Junaidi ini, ditemukan sejumlah permasalahan pelaksanaan UNBK tahun 2019. Permasalahan itu diantaranya terkait peralatan yang terbatas, akses internet yang juga belum merata, dan hambatan kondisi geografis.

Anggota BSNP yang hadir adalah Ali Saukah, Doni Koesoema A, Ki Saur Panjaitan XII, Bambang Suryadi, Bambang Setiaji, Suyanto, Imam Tholkhah, Kiki Yulianti, Hamid Muhammad, Waras Kamdi, Pdt Henriette T Hutabarat Lebang, dan Poncojari Wahyono.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *