Rapat Koordinasi Nasional: Siswa dengan Nilai Lebih dari 55 Boleh Ikut UN Perbaikan

Bambang Suryadi Ketua BSNP memberikan penjelasan mengenai Kebijakan Pelaksanaan Ujian Nasional untuk Perbaikan (UNP) pada acara Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Persiapan Pelaksanaan UNP di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada hari Selasa, 17 Juli 2018.

Jakarta, Kemendikbud – BSNP memberikan kebijakan baru bagi lulusan SMA/MA, SMK, dan Program Paket C/Ulya yang memiliki nilai hasil UN di atas 55, dapat mengikuti Ujian Nasional untuk Perbaikan pada akhir Juli 2018. Kebijakan tersebut tertuang di dalam Surat Edaran Nomor: 0099/SDAR/BSNP/VI/2018 tentang Pelaksanaan Ujian Nasional untuk Perbaikan (UNP). Kebijakan tersebut disampaikan oleh Bambang Suryadi Ketua BSNP dalam acara Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Persiapan Pelaksanaan UNP di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada hari Selasa, 17 Juli 2018. Rakornas ini berlangsung sampai tanggal 19 Juli dan diikuti oleh Ketua Panitia, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Bendahara UN Tingkat Provinsi.

Menurut Bambang Suryadi sesuai dengan POS UN tahun 2018 yang berhak mengikuti UNP adalah mereka memiliki nilai lebih kecil atau sama dengan 55 pada UN tahun pelajaran 2016/2017 atau 2017/2018. Namun, dengan mempertimbangkan aspirasi dari masyarakat, BSNP setelah berkoordinasi dengan Balitbang Kemdikbud, memutuskan untuk memberi kesempatan kepada mereka yang memiliki nilai di atas 55 dapat mengikuti UNP dengan persyaratan khusus, yaitu bukti yang sah dari pengguna yang mensyaratkan capaian nilai dengan kriteria tertentu. Selain itu, peserta UN tahun pelajaran 2017/2018 telah terdaftar sebagai peserta ujian, namun belum mengikuti UN pada bulan April 2018 karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah.

“Akademi Militer atau Akademi Polisi, misalnya, mensyaratkan nilai UN di atas 55 untuk calon peserta didik baru. Oleh bagi mereka yang akan masuk ke AKMIL atau AKPOL, jika nilainya sudah mencapai 55 atau lebih, tetapi belum memenuhi persyaratan yang ditetapkan pihak pengguna, siswa yang bersangkutan dapat mengikuti UNP”, ucap Bambang seraya menambahkan bukti yang sah tersebut dapat berupa surat keterangan, brosur, atau pernyataan resmi yang dimuat di laman pihak pengguna.

Lebih lanjut Bambang mengatakan UNP dilaksanakan selama empat hari, mulai tanggal 28 sampai dengan 31 Juli 2018. Setiap hari ada dua sesi dan setiap peserta dapat mengambil maksimal dua mata pelajaran dalam satu hari. Pembatasan dua mata pelajaran ini dimaksudkan supaya siswa yang bersangkutan dapat menyiapkan diri dengan baik. Hasil UNP diumumkan pada tanggal 8 Agustus 2018.

Totok Suprayitno Kepala Balitbang dalam arahannya mengatakan UN merupakan alat refleksi bagi guru-guru untuk memperbaiki proses pembelajaran di sekolah. Masalah utama yang menjadi faktor rendahnya kualitas pendidikan nasional adalah pada proses pembelajaran di sekolah.

“Mari kita bekerja dengan misi, yaitu misi untuk perbaikan proses pembelajaran. Misi kedua adalah untuk meningkatkan layanan publik. Oleh karena itu mereka yang sudah mencapai nilai di atas 55, masih kita beri kesempatan untuk melakukan perbaikan dengan persyaratan khusus”, pesan Totok kepada peserta Rakornas Persiapan UNP tahun 2018.

Sementara itu Dadang Sudiyarto Sekretaris Balitbang Kemdikbud dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan UNP ini merupakan bentuk layanan publik yang harus dilakukan, tanpa ada batas minimal jumlah peserta UNP. “Sekiranya hanya ada satu siswa yang mengikuti UNP, layanan publik ini tetap akan diberikan”, ucap Dadang seraya menambahkan jumlah peserta UNP sekitar 77 ribu siswa yang tersebar di seluruh provinsi.

Terkait dengan moda ujian, tambah Dadang, UNP dilaksanakan dengan moda berbasis komputer. Tidak ada ujian berbasis kertas. UNP dilaksanakan di satuan pendidikan yang telah melaksanakan UNBK pada bulan April dan penetapannya dilakukan oleh Panitia UN Tingkat Provinsi.

Berdasarkan pengalaman pelaksanaan UNP pada tahun 2017, dari sekitar 90.000 peserta yang mendaftar, hanya 40% yang hadir dan mengikuti ujian. Oleh karena itu, pada tahun ini, pendaftaran dilakukan oleh masing-masing siswa di satuan pendidikan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi. Ketika mendaftar di satuan pendidikan, calon peserta harus mengisi Surat Pernyataan kesediaan mengikuti UNP (bermeterai). Informasi lebih lanjut tentang UNP dapat diakses di laman https://unp.kemdikbud.go.id.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *