Harap Senang Ada Ujian Nasional

Praktik Baik Pelaksanaan UNBK di Mimika Papua

Mimika, Papua – Hari kedua pelaksanaan UN SMP/MTs (24/4/2018), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bersama Sekretaris Jenderal dan Direktur Pembinaan SMP, melakukan kunjungan kerja ke Tembaga Pura Mimika, Papua. Sementara itu Kepala Balitbang, Ketua BSNP dan Kepala Puspendik melakukan pemantauan ke SMPIT Permata dan Yayasan Pendidikan Jayawijaya (YPJ) di Mimika Papua. Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMPIT Permata diikuti oleh 38 siswa yang terbagi dalam dua sesi sehari. Sekolah ini dikelola oleh Yayasan Assalam. Jenjang SD memiliki 440 siswa dan jenjang SMP memiliki 143 siswa. Ada 17 orang guru SD dan 32 orang guru SMP.

Selama melakukan pemantauan, ada praktik baik yang dilakukan pihak sekolah yang berdiri pada tahun 2012. Di bagian depan gedung sekolah terpampang spanduk dengan tulisan “Harap Senang Ada Ujian, Selamat Menempuh USBN dan UNBK”. Hal ini berbeda dengan di sebagian besar sekolah lain. Biasanya pesan yang ditulis adalah “Harap Tenang. Ada Ujian Nasional”.

Menurut Arifin Kepala Sekolah, melalui pesan tersebut pihak sekolah ingin mengubah mind set siswa. “Selama ini UN dikaitkan dengan suasana yang mencemaskan bahkan menegangkan, sehingga semua usaha difokuskan kepada ujian. Di sini kami ingin membuat anak-anak senang karena ujian merupakan bagian dari proses pendidikan yang mesti dilalui”, ucap pria asal Lumajang yang nota bene merupakan alumni Universitas Brawijaya tersebut.

Selain itu, tambah Arifin, selama empat hari pelaksanaan UNBK, orang tua murid secara suka rela menyediakan makanan untuk makan siang di sekolah. Sekitar enam puluh persen orang tua siswa di sekolah ini adalah karyawan PT Free Port.

Kebersihan lingkungan sekolah sangat diperhatikan. Setiap orang yang berkunjung, termasuk tim pemantau UNBK dari Kemdikbud, harus melepas sepatu ketika memasuki gedung sekolah. Demikian juga para siswa dan guru.

Pemantauan UNBK di SMPIT Permata, Mimika Papua (24/4/2018). Sesi foto bersama Kepala Balitbang Totok Suprayitno (ketiga dari kanan), Kepala LPMP Papua Barat (ketiga dari kiri), Muhammad Abduh Kepala Puspendik (keempat dari kiri) Arifin Kepala SMPIT Pertama (keempat dari kanan), dan Bambang Suryadi Ketua BSNP (kedua dari kanan).

Sementara itu, suasana di SMP Yayasan Pendidikan Jayawijaya (YPJ) yang dikelola PT Free Port sangat berbeda. Sekolah ini berada di kota Kuala Kencana. Sebuah kota di tengah hutan yang didesain dan dikelola oleh PT Free Port. Desain bangunan dan lanskap dibuat seperti di kota besar di luar negeri.