BSNP Targetkan 8 SNP SMK/MAK Ditetapkan Menjadi Peraturan Menteri Pada Bulan April 2018

Jakarta – BSNP, Direktorat Pembinaa SMK, Biro Hukum, Staf Ahli Menteri Bidang Regulasi Pendidikan, dan Staf Ahli Menteri Bidang Inovasi dan Daya Saing, sepakat untuk mempercepat proses penetapan rancangan standar nasional pendidikan SMK/MAK menjadi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Kesepakatan ini diambil dalam acara harmonisasi di Jakarta (28/3/2018) yang diprakarsai BSNP bersama Direktorat Pembinaan SMK.

Turut hadir dalam acara ini adalah adalah Chatarina Muliana Girsang Staf Ahli Menteri bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan, Ananto Kusuma Seta Staf Ahli Menteri Bidang Inovasi dan Daya Saing, Bambang Suryadi Ketua BSNP, Bakrun Direktur SMK, anggota BSNP serta perwakilan dari Biro Hukum dan direktorat terkait di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Bambang Suryadi yang memimpin rapat harmonisasi mengatakan bahwa BSNP bersama Direktorat SMK, selama tiga bulan (Januari-Maret) telah mengembangkan delapan standar nasional pendidikan untuk SMK/MAK. Proses pengembangan standar ini melibatkan para akademisi, praktisi, dunia usaha dan industri, dan pemangku kepentingan bidang pendidikan, termasuk Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang menangani sertifikasi dan uji kompetensi.

“Dari segi proses pengembangan standar, tahapan yang kami lakukan sudah sesuai dengan prosedur pengembangan standar yang selama ini dilakukan BSNP. Sementara dari segi substansi, rancangan standar yang ada telah disesuaikan dengan karakreristik pendidikan menengah kejuruan”, ucap Bambang seraya manargetkan semoga pada bulan April 2018 standar tersebut sudah ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

“Jika pada bulan April nanti belum ditetapkan berarti respon Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terhadap Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitaliasi Pendidikan Menengah Kejuruan, sangat lambat karena sudah melebihi satu setengah tahun”, ujar Bambang.

(kiri-kanan) Bambang Suryadi Ketua BSNP, Chatarina Muliana Girsang Staf Ahli Menteri bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan, Ananto Kusuma Seta Staf Ahli Menteri Bidang Inovasi dan Daya Saing, dan Bakrun Direktur SMK pada rapat harmonisasi Pengembangan 8 Standar Nasional Pendidikan untuk SMK/MAK, tanggal 28/3/2018.

Kekhasan standar SMK/MAK ini, tambah Bambang, dirumuskan di delapan standar yang ada. Pada SKL misalnya, ada dua area kompetensi yang tidak ada ada jenjang SMA/MA, yaitu kemampuan teknis dan kewirausahaan. Sementara tujuh area kompetensi lainnya sama dengan SMA/MA, yaitu Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Kebangsaan dan Cinta Tanah Air, Karakter Pribadi dan Sosial, Kesehatan Jasmani dan Rohani, Literasi, Kreativitas, dan Estetika.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, proses pembelajaran di SMK/MAK menerapkan prinsip fleksibelitas dengan model pembelajaran berbasis industri (teaching factory), multi entry dan multi exit, sistem blok, dan uji kompetensi yang diselenggarakan oleh SLP-1.

Sementara itu, Roberia tim ahli yang menyusun rancangan Peraturan Menteri tentang standar nasional pendidikan SMK/MAK, mengatakan bahwa delapan SNP SMK/MAK ini akan menjadi satu Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Hal ini berbeda dengan standar yang selama ini ditetapkan, dimana satu standar ditetapkan dengan satu Peraturan Menteri.

“Menyatukan delapan standar dalam satu Peraturan Menteri memiliki kompleksitas tersendiri. Oleh karena itu, pada batang tubuh Peraturan Menteri dibuat seringkas mungkin dalam delapan pasal, sementara lampirannya akan memuat delapan standar tersebut”, ucap Roberia. (BS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *