Standar Nasional Pendidikan Perlu Mendapat Perhatian dalam RPJMN 2020-2024: Catatan Audiensi BSNP dan TASS

Jakarta – Penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah yang sudah berjalan lebih dari satu setengah dekade, masih perlu ditingkatkan. Peningkatan penjaminan mutu perlu melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam bidang pendidikan, mulai dari pusat sampai ke satuan pendidikan. Keberadaan standar nasional pendidikan merupakan bagian utama dan penting dalam penjaminan mutu pendidikan. Namun demikian, masih terdapat beberapa permasalahan mulai dari hulu sampai ke hilir dalam penerapan standar nasional pendidikan. Salah satu masalah yang krusial adalah data tentang pencapaian standar nasional pendidikan. Oleh karena itu arah penjaminan mutu pendidikan ke depan difokuskan pada tiga hal, yaitu kualitas proses belajar mengajar, kualitas manajemen sekolah, budaya akademik, dan kepemimpinan, serta kualitas guru.

Demikian catatan penting dari audiensi Technical Assistance for Education System Strengthening (TASS) dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) pada hari Selasa, 20 Maret 2018 di kantor BSNP di Cipete. Turut hadir dalam acara ini dari perwakilan TASS adalah Graham Dowson, Bahrul Hayat, dan Yaya Kardiawarman, ketiganya sebagai konsultan TASS.

Audiensi BSNP dan Technical Assistance for Education System Strengthening (TASS) tentang implementasi standar nasional pendidikan dan penjaminan mutu pendidikan di Indonesia

“Tujuan audiensi ini adalah untuk membahas implementasi standar nasional pendidikan dan penjaminan mutu pendidikan di Indonesia pada periode saat ini serta isu-isu penting lainnya yang akan dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024”, ucap Graham seraya menambahkan TASS selain membantu Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah dalam hal penjaminan mutu juga membantu Bappenas.

Saat ini, tambah Graham, TASS sedang membantu Bappenas dalam penyusunan Tinjauan Sektor Pendidikan (Education Sector Review/ESR). Oleh karena itu, informasi dan data terkait dengan implementasi dan pencapaian standar nasional pendidikan sangat diperlukan. TASS selain mengadakan audiensi dengan BSNP juga melakukan audiensi dengan Badan Akreditasi Sekolah/Madraah (BAN S/M) dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP).

“Arah penjaminan mutu pendidikan ke depan difokuskan pada tiga hal, yaitu kualitas proses belajar mengajar, kualitas manajemen sekolah, budaya akademik, dan kepemimpinan, serta kualitas guru”, ujar Graham yang sejak tahun 2007 telah membantu P4Tk dan LPMP dalam menyiapkan peran baru dalam penguatan pendidikan, melakukan review kapasitas LPMP dan memberikan rekomendasi kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.   

Bambang Suryadi Ketua BSNP dalam paparannya menjelaskan bahwa permasalah implementasi standar nasional pendidikan tidak hanya ditemukan di hilir, tetapi juga ada di hulu. Oleh karena itu BSNP dalam dua tahun terakhir ini melakukan telaah terhadap delapan standar nasional pendidikan, yaitu Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, dan Standar Pembiayaan.

Dari delapan standar tersebut, tambah Bambang, berdasarkan hasil analisis  BAN S/M ada tiga standar yang pencapaiannya rendah, yaitu standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, serta standar pengelolaan. Sayangnya, hasil akreditasi BAN S/M belum ditindaklanjuti secara optimal oleh Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota dan satuan pendidikan.

“Oleh karena itu, melalui pertemuan ini, BSNP berharap isu strategis tentang standar nasional pendidikan perlu diberi perhatian dalam penyusunan RPJMN 2020-2024”, ucap Bambang seraya mengakhiri pertemuan yang berlangsung selama dua jam tersebut. (BS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *