Ujian Nasional Gelombang II Tahun 2017

Dilaksanakan Tanggal 10-15 Oktober dengan Moda UNBK

Ujian Nasional (UN) Gelombang II akan dilaksanakan mulai tanggal 10 sampai dengan 15 Oktober 2017 untuk jenjang SMA/MA, SMK, Program Paket B/Wustha, dan Program Paket C, dengan moda Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Ada dua pilihan waktu ujian, yaitu tanggal 10, 11, dan 12 Oktober 2017 (Selasa, Rabu, Kamis)  atau 13, 14, dan 15 Oktober 2017 (Jumat, Sabtu, Ahad). Sedangkan untuk SMK, pilihan waktunya adalah 10 dan 11 Oktober (Selasa dan Rabu) atau 14 dan 15 Oktober 2017 (Sabtu dan Ahad). Adanya pilihan waktu ujian ini dimaksudkan untuk memberi fleksibelitas kepada calon peserta ujian, mengingat mereka ada yang bekerja atau kuliah. Penetapan waktu ujian dilakukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi. Dengan demikian, dalam satu provinsi akan ada satu pilihan waktu ujian.

Demikian salah satu catatan penting dari Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Ujian Nasional Gelombang II tahun  2017 yang diselenggarakan pada hari Jumat, 15 September 2017 di Gedung A Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Acara ini dibuka oleh Totok Suprayitno Kepala Balitbang dan dihadiri oleh para Ketua Pelaksana UN,  Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Bendahara Ujian Nasional dari 34 provinsi. Turut hadir dalam acara ini adalah Sekretaris Balitbang dan Ketua BSNP sekaligus sebagai nara sumber.

Totok Suprayitno mengatakan bahwa penyelenggaraan UN Gelombang II tidak massive sebagaimana UN Gelombang I, karena jumlah pesertanya relatif sedikit. Namun demikian, sebagai bentuk layanan publik, tetap diadakan.

Lebih lanjut Totok menjelaskan perbedaan antara satuan pelaksana UN dan tempat pelaksanaan UN.

“Syarat mutlak bagi sekolah untuk bisa menjadi pelaksana UN harus terakreditasi. Satuan pendidikan yang belum terakreditasi, secara administrasi penyelenggaraan harus menginduk ke satuan pendidikan yang terakreditasi. Namun, tempat pelaksanaan ujian bisa di sekolah asal meskipun belum terakreditasi”, ucap Totok. 

Sementara itu dalam paparannya, Ketua BSNP menjelaskan ada tiga jenis peserta UN Gelombang II. Pertama, peserta UN jenjang SMA/MA dan SMK tahun pelajalran 2016/2017 yang belum mengikuti UN pada gelombang pertama, April 2017. Mereka yang belum mengikuti UN ini bisa disebabkan sakit pada UN Utama dan Susulan atau ada alasan lain. Kedua, peserta UN tahun 2014/2015, 2015/2016, atau 2016/2017 yang hasil UN mereka belum mencapai kriteria pencapaian kompetensi lulusan, yaitu 55. Ketiga, peserta didik progam Paket B/Wustha dan Program Paket C tahun pelajaran 2016/2017 pada kelas akhir yang belum mengikuti UN atau belum mengikuti satu atau lebih mata ujian pada UN bulan April-Mei 2017.

“Dari tiga kriteria peserta tersebut, ada yang menempuh seluruh mata ujian dan ada juga yang hanya menempuh sebagian mata ujian. Pelaksanaan UN gelombang II ini merupakan bentuk layanan publik yang diberikan kepada peserta didik kita”, ucap Bambang Suryadi.

Dari segi pelaksanaan, tambahnya, UN gelombang II dilaksanakan dengan moda UNBK.  Kecuali daerah tertentu dengan pertimbangan tertentu pula, masih ada ujian berbasis kertas yang proses pengadaan bahan ujiannya dilakukan dengan moda remote printing.

Dalam hal  ini, BSNP telah menetapkan Petunjuk Pelaksanaan UN Gelombang II. Dalam petunjuk ini, dijelaskan secara rinci mekanisme dan prosedur pendaftaran, tempat pelaksanaan ujian, penetapan satuan pendidikan pelaksana ujian, dan jadwal ujian.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *