Harmonisasi Tim Ahli Standar Isi

Bertempat di ruang sidang Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), pada hari Senin-Selasa (16-17/10/2017) telah berlangsung harmonisasi tim ahli standar isi pendidikan dasar dan menengah. Turut hadir dalam acara ini seluruh anggota BSNP, ketua dan sekretaris tim dari dari masing-masing kelompok standar isi. Dari kelompok MIPA diwakili oleh Syaffrizal dan Wasis, kelompok  IPS dan PPKn diwakili oleh Mukminan dan Umi Chotimah, kelompok  Bahasa, Seni Budaya dan PJOK diwakili oleh Felicia N. Utorodewo dan Tatang Subagyo, sedangkan kelompok Agama dan Budi Pekerti diwakili oleh Feisal Ghozali dan Matheus Beny Mite.

Bambang Suryadi Ketua BSNP dalam penjelasannya menyampaikan bahwa proses revisi standar isi pada tahun 2017 dilakukan oleh empat tim. Selama ini masing-masing tim bekerja secara mandiri, sementara hasil kerja tim akan dijadikan menjadi satu Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang standar isi untuk pendidikan dasar dan menengah.

“Tujuan harmonisasi ini adalah untuk menyamakan persepsi dan mencapai kesepakatan bersama terkait dengan format standar isi dan tata cata penyusunannya. Hasil kerja sementara menunjukkan adanya keragaman antar empat tim ahli dalam merumuskan standar isi”, ucapnya.

Hasil akhir dari pertemuan ini, tambah Bambang, adalah rancangan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang standar isi, naskah akademik, dan dokumen panduan penyelarasan antara Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, dan dokumen kurikulum. Oleh karena itu, antar empat tim ahli ini, perlu ada kesepakatan bersama supaya ada keselarasan dalam penyusunan standar isi.

Setelah mendapatkan penjelasan dari BSNP, tim ahli bekerja secara mandiri. Pada hari kedua, tim melaporkan hasil kerja ke BSNP. Mukminan dalam laporannya menyampaikan bahwa tingkat kompetensi berisi tentang rumusan kemampuan yang mencakup tiga aspek kompetensi, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

“Tingkat kompetensi dibagi menjadi tiga, yaitu kelas I-III dan IV-VI SD/MI, kelas VII-IX SMP/MTs, dan kelas X-XII SMA/MA. Setiap tingkat memiliki kompetensi yang dirumuskan secara integratif antara aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan”, ucap Mukminan seraya menambahkan rumusan kompetensi juga  menunjukkan adanya gradasi dari masing-masing tingkatan kompetensi dan setiap tingkat kompetensi hanya memiliki satu rumusan.

Lingkup materi, tambahnya, tidak mengandung kata yang menunjukkan proses dan merupakan batasan isi materi untuk mencapai kompetensi. Lingkup materi ini akan dijadikan acuan dalam mengembangkan buku teks pelajaran di masing-masing jenjang.

Dalam rapat pleno tersebut juga disepakati bahwa tim ahli akan bekerja menyelesaikan rancangan standar isi sampai dengan akhir bulan November. Setelah itu, BSNP akan merekomendasikan rancangan standar kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk ditetapkan menjadi Peraturan Menteri. (BS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *