Muhadjir Effendy: Hari Pertama UN SMK Lancar, Siswa dan Pengawas Sangat Disiplin

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy melakukan pemantauan Ujian Nasional di SMKN 29 dan SMKN 6 Kebayoran Baru Jakarta, pada hari pertama Ujian Nasional, Senin, 2 April 2018. Di kedua sekolah tersebut ada 247 dan 260 siswa yang mengikuti Ujian Nasional  Berbasis Komputer (UNBK).

Muhadjir Effendy tiba di SMKN 29 pada pukul 07.40 WIB, saat peserta UN sedang mengerjakan soal di ruang ujian. Turut serta dalam pemantauan UN kali ini adalah Totok Supriyatno Kepala Balitbang, Bambang Suryadi Ketua BSNP, Bakrun Direktur SMK, Surya Fitri Nurulhuda Kepala LPMP Jakarta, Muhamad Abduh Kepala Puspendik, Gogot Suharwoto Kepala Pustekkom, dan Nasrul Staf Khusus Menteri Bidang Publikasi. Bowo Irianto Wakil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI, Suharno Kepala Bidang Pendidikan SMK Dinas Pendidikan DKI dan beberapa pengawas juga melakukan pemantauan di tempat yang sama.

Menurut Muhadjir, pelaksanaan UNBK di kedua SMK tersebut sangat lancar, tertib dan disiplin. Sinkronisasi berhasil dilakukan pada hari Sabtu (31/3/18) tanpa ada kendala. Pengawas dilakukan secara silang antar sekolah. Peserta hadir di sekolah tiga puluh menit sebelum pelaksanaan ujian. Tidak ada yang terlambat datang ke ruang ujian.

“Saya senang dan bersyukur pelaksanaan UN pada hari pertama ini lancar dan tertib. Pengawas dan siswa sangat disiplin. UN sebagai instrumen untuk menanamkan disiplin dan karakter kepada siswa dan guru (pengawas)”, ucap Muhadjir seraya mengapresiasi kedisiplinan para siswa, pengawas, dan panitia tingkat satuan pendidikan untuk menerapkan POS pelaksanaan UN yang ditetapkan BSNP.

“Tim pemantau tidak boleh masuk ke ruang ujian, termasuk saya (Menteri), juga tidak boleh masuk ke ruang ujian, harus dipatuhi karena POS UN memang menetapkan demikian”, ucap mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang sambil membaca tata tertib yang ditempel di pintu ruang ujian tentang larangan memasuki ruang ujian selama ujian berlangsung.

Ketika ditanya kendala yang ada, Muhadjir mengatakan sejauh ini belum ada kendala yang dihadapi. Kementerian telah mengantisipasi dengan melakukan koordinasi dengan PLN dan Telkom untuk memastikan tidak ada gangguan listrik dan jaringan Internet pada saat pelaksanaan UNBK.

Sementara itu Totok Suprayitno Kepala Balitbang mengatakan UN SMK dilaksanakan mulai tanggal 2-5 April dan diikuti oleh 1.485.302 siswa di seluruh Indonesia. “Kecuali Provinsi Papua, Papua Barat, dan NTT dari jumlah tersebut, 98 persen mengikuti UNBK dan hanya 2 persen yang masih mengikuti UN dengan berbasis kertas dan pensil.  Ke depan, diharapkan jumlah tersebut dapat ditingkatkan sehingga seluruh SMK melaksanakan UNBK.

Asep Supriyatna Hadiri Kepala SMKN 29 Jakarta yang turut mendampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan pada tahun 2017 sekolah yang dipimpinnya telah melaksanakan UNBK, sebab UNBK lebih efektif dan efisien dibanding UN berbasis kertas dan pensil.

Secara terpisah, Giri Sarana Kepala Bidang di Puspendik melaporkan bahwa pelaksanaan UNBK di berbagai provinsi lancar. Hanya ada satu atau dua server sekolah yang mengalami gangguan, sehingga pelaksaaan UNBK  mengalami penundaan. (BS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *