Selamat Jalan Prof. Robiyanto dan Pak Mustaghfirin

Sabtu (9/9/17) yang lalu, kami keluarga besar BSNP menerima dua berita duka. Pertama, berita berpulangnya bapak  Prof. Dr. Robiyanto Hendro Susanto guru besar Universitas Sriwijaya (UNSRI) dan suami dari Ibu Kiki Yuliati Sekretaris BSNP. Kedua, berita berpulangnya Bapak Drs. M. Mustaghfirin Amin, MBA Direktur Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Berita duka pertama kami terima ketika tim ahli SKL sedang membahas rancangan standar di ruang sidang BSNP di Cipete. Ibu Kiki Yuliati turut hadir dalam acara ini. Anggota BSNP yang turut hadir dalam acara ini adalah Nanang Arif  Guntoro, T. Ramli Zakaria,  Zaki Su’ud, dan Bambang Suryadi. Berita itu diterima sekitar pukul 13.30, setelah shalat dhuhur dan makan siang.

Siang itu, kami berenam makan bersama di ruang makan BSNP dengan menu nasi Padang Sederhana. Saya masih ingat betul posisi duduk kami. Kami berenam saling berhadapan. Bambang Suryadi duduk di sebelah kanan Bahrul Hayat, sementara T. Ramli Zakaria di sebelah kirinya. Di hadapan kami bertiga ada Kiki Yuliati, Anah Suhaenah, dan Retno Pudjiati.

Kami ngobrol banyak hal, sambil menikmati makanan yang ada. Mendengarkan pengalaman kuliah Bapak Bahrul Hayat di Amerika membuat penulis sulit untuk beranjak dari kursi. Demikian juga pengalaman yang disampaikan Ibu Anah Suhaenah sangat menginspirasi. Ibu Kiki sempat menyajikan buah semangka ke dalam piring kecil untuk kami. Tidak ada firasat  apa-apa saat itu.  Kami pun beranjak ke ruang sidang ketika jarum jam menunjukkan angka tiga belas.

Pak Bahrul Hayat sebagai ketua tim ahli memimpin acara, didampingi Ibu Anah. Sementara Bambang Suryadi masih sempat berkomunikasi dengan Ibu Kiki terkait dengan surat-surat masuk dan kegiatan minggu depan.

Di tengah-tengah pembahasan, entah kenapa, Bambang  terdorong untuk membuka WA Group Internal BSNP. Ada pesan dari Bu Kiki.

“Pak Bambang, Bapak Ibu Ysh. Saya izin siang ini kembali ke Palembang ya. Suami saya pingsan di Bandara SMB2. Sekarang sedang mendapat pertolongan pertama dari Rumah Sakit terdekat bandara.”

“Saya ke Palembang dengan anak saya yang sulung sesegera mungkin”.

Kedua pesan itu dikirim  pada pukul 13.53. Saya pun langsung merespon.

“Ya Bu Kiki, semoga perjalanan lancar dan semoga suami Bu Kiki segera pulih dan sehat kembali”.

Setelah itu, Pak Zaki, Pak Nanang, dan Pak Djoko juga memberi respon yang senada dan doa yang sama. Kami pun meneruskan pembahasan rancangan SKL. Bu Kiki mulai mengemas laptop dan berkas yang ada, seraya meminta Mas Ibar untuk membantunya.

Namun tiba-tiba, kami mendengar percakapan telepon bu Kiki dengan seseorang. Secara reflek, saat itu juga kami yang berada di ruang sidang terdiam seribu bahasa. Kami saling berpandangan sambil menyimak percakapan Bu Kiki yg dari nada suaranya menandakan ada sesuatu yang terjadi.

Bu Anah, Bu Pudji, dan Bu Erna segera bangkit dari tempat duduk untuk menenangkan bu Kiki. Ketiganya saling berbagi peran. Bu Anah dan Bu Pudji menenangkan Bu Kiki sambil sesekali meminumkan air putih. Sementara Bu Erna meneruskan pembicaraan via telepon dengan pihak yang ada di Palembang.

Pak Bahrul meminta Mas Ibar untuk meminta Satpam mencari Pengawal Polisi dari Polres Jakarta Selatan. Hal ini untuk mengantisipasi kemacetan di jalan menuju bandara. Namun, usaha tersebut belum berhasil.

Saat itu pula kami mendapat kepastian bahwa Prof. Robiyanto Hendro Susanto suami Ibu Kiki telah berpulang ke rahmat Allah di Rumah Sakit Mirya Palembang. Tidak lama kemudian, Saudari bu Kiki datang ke BSNP, disusul oleh Putri dan Putranya. Sore itu juga mereka menuju bandara untuk kembali ke Palembang.

Sambil menunggu persiapan ke bandara, Bu Kiki sempat berbagi kisah.

“Pagi tadi suami saya masih ngajar di UNSRI. Rencana kami berdua berangkat bersama. Namun karena saya ada kegiatan standar, suami merelakan saya berangkat Jumat siang. Penerbangan Pak Robi ke Jakarta pukul 13.30, Sabtu siang ini. Ketika di ruang tunggu, sempat mengeluh kalau badannya terasa panas dingin”.

“Saya menyarankan untuk mencari obat. Namun tidak lama setelah itu, bagian keamanan bandara telpon saya memberitahu kondisi suami”.

“Malam ini, kami sekeluarga ada rencana  menghadiri pernikahan saudara di Jakarta. Tetapi Allah berkehendak lain”.

“Mohon dimaafkan suami saya ya Bapak dan Ibu”, ucap Bu Kiki sambil menuju kendaraan.

Robiyanto_Susanto

Prof. Dr. Robiyanto Susanto

Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Selamat jalan Prof. Robiyanto. Semoga husnul khatimah dan Allah menempatkannya di jannatin naim. Alfatihah.

Setelah itu, tim ahli kembali ke ruang kerja. Kami sepekat untuk mengakhiri acara dengan berdoa bersama yang dipimpin oleh Faishol Ghazali.

Sebelum berdoa, Pak Junus usul supaya tim ahli juga mengirimkan doa untuk Bapak Mustaghfirin yang saat itu masih dirawat di RS Siloam Semanggi Jakarta.

Namun, tidak lama kemudian, setelah sebagian besar tim ahli meninggalkan ruang sidang BSNP, kami menerima berita duka bahwa Bapak M. Mustaghfirin Amin Direktur Pembinaan SMK telah berpulang ke rahmatullah pada pukul 16.00 di rumah sakit Siloam, setelah dirawat sejak hari Selasa (5/9/17) yang lalu.

mustaghfirinDrs. M. Mustaghfirin Amin, MBA

Jenazah akan dishalatkan  di Masjid Baitu Thalibin Kemdikbud pukul 19.00. Selanjutnya, jenazah akan dibawa ke Malang pada pukul 06.30 dari Bandara Soekarno Hatta.

Sekali lagi, Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Selamat jalan Pak Mustaghfirin. Semoga husnul khatimah.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *