BSNP Melakukan Sosialisasi Kebijakan Ujian Nasional di Provinsi

Badan Standar Nasional Pendidian (BSNP) sebagai lembaga independen yang memiliki kewenangan menyelenggarakan Ujian Nasional (UN), melakukan sosialisasi kebijakan UN 2020 di berbagai provinsi pada pertengahan sampai akhir bulan Februari. Kegiatan sosialisasi ini melibatkan anggota BSNP, dinas pendidikan provinsi, dinas pendidikan kabupaten/kota, dan pemangku kepentingan di bidang pendidikan lainnya.

Menurut Ketua BSNP Abdul Mu’ti sosialisasi di provinsi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan pemahaman terhadap kebijakan UN 2020. Pelaksanannya sesuai dengan permintaan dari masing-masing provinsi.

“BSNP melayani permintaan dari dinas pendidikan provinsi untuk menyampaikan sosialisasi kebijakan UN tahun 2020. Sosialisasi terpusat telah dilaksanakna pada tanggal 30 Januari 2020 di Jakarta. Namun, perlu juga dilakukan di daerah ”, ucap Abdul Mu’ti di sela-sela rapat pleno BSNP di Cipete.

Namun, tambah Abdul Mu’ti, mengingat banyaknya permintaan dari provinsi, sementara sumber daya BSNP terbatas dan waktu pelaksanaan yang bentrok dengan pleno BSNP, maka tidak semua permintaan bisa dipenuhi. Diantara permintaan sosliasisai yang belum bisa dipenuhi adalah dari Provinsi Bangka Belitung, Bengkulu, dan Sulawesi Utara. Hal ini karena waktunya bentrok dengan pelaksanaan rapat pleno BSNP.

Berdasarkan data dari Sekretariat BSNP terdapat 12 provinsi yang menjadi tempat sosialisasi. Di masing-masing provinsi ada satu anggota BSNP yang menjadi nara sumber. Pronvinsi yang menjadi tempat sosilasasi tersebut adalah Jawa Timur, Kalimantan Barat, Papua, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Jawa Tengah, Banten, Kalimantan Tengah, Riau, Sulawesi Tengah, Sumatera Selatan, dan Nusa Tenggara Barat.

Peserta sosialisai kebijjakan UN Tahun 2020 di Kalimantan Barat. UN SMK/MAK tahun 2020 akan dimulai tanggal 16 Maret 2020, diikuti dengan UN SMA/MA, SMP/MTs, Paket C/Ulya, dan Paket B/Wustha.

Kebijakan UN

Seiring dengan terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 43 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ujian yang Diselenggarakan Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional, BSNP telah melakukan penyesuaian POS Ujian Nasional 2020.

Sebagaimana kita ketahui bersama, sesuai dengan kebijakan tahap pertama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, UN tahun 2020 merupakan UN yang terakhir. Sebagai penggantinya, mulai tahun 2021 akan dilaksanaan Asesmen Kompetensi Minimal dan Survei Karakter.

Menurut Abbul Mu’ti, sebelum terbit Permendikbud tersebut, BSNP telah menerbitkan POS UN 2020. Namun, dengan adanya Permendikbud tersebut, maka ada beberapa hal yang  perlu disesuaikan dalam POS UN sebagaimana ditetapkan melalui Peraturan BSNP Nomor 0053/P/BSNP/I/2020 tentang POS Ujian Nasional 2020.

Jadwal UN 2020 maju 10 hari dibanding tahun 2019. UN SMK dimulai tgl 16-19 Maret 2020. Disusul dengan UN SMA/MA, SMP/MTs, Paket C/Ulya, dan Paket/Wustha. Kegiatan UN tersebut akan berakhir pada bulan Mei 2020.

UN Perbaikan (Ulangan) yang semula hanya untuk siswa SMA/MA, SMK/MAK, dan Paket C/Ulya diperluas untuk siswa SMP/MTs. Jadwal UNBK Paket B dan C di luar negeri dibuat fleksibel dengan rentang waktu (1 April s.d.10 Mei 2020), tidak ditetapkan tanggal khusus (fixed date).

Perbedaan lainnya adalah jumlah mata pelajaran yang diujikan dalam UN untuk pendidikan kesetaraan Program Paket C/Ulya, berubah dari 7 mapel menjadi 4 mapel. Empat mata pelajatan tersebut adalah Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan satu mata pelajaran pilihan sesuai jurusan (IPA atau IPS). Sedangkan untuk Program Paket B/Wustha, tetap 6 mata pelajaran. Sama dengan tahun kemarin. 

Terkait dengan moda pelaksanaan UN, masih terdapa dua pilihan moda, yaitu Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP). Mayoritas satuan pendidikan sudah menggunakan UNBK dan hanya sebagian kecil saja yang masih menggunakan UNBK.

Sementara itu data per tanggal 30 Januari 2020 dari Sekretariat UN Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud menunjukkan peserta UN tahun 2020 sebanyak 8.154.177 siswa dari seluruh jenis dan jenjang pendidikan. Peserta UNBK sebesar 96.10% dan hanya 3.90% peserta UNKP. Pelaksana UNBK tahun 2020 mengalami peningkatan dibanding tahun 2019 (90.0%). Dari segi satuan pendidikan, UN 2020 diikuti oleh 103.235 sekolah/madrasah dengan catatan sebanyak 92.96% melaksanakan UNBK dan hanya 7.04% yang melaksanakan UNKP.

You may also like...