Badan Standar Nasional Pendidikan Badan Standar Nasional Pendidikan Badan Standar Nasional Pendidikan

Badan Standar Nasional Pendidikan

Rektor UT audiensi dengan anggota BSNP

PA130131a

Rektor UT saat beraudiensi dengan anggota BSNP

Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) bersedia untuk mempertimbangkan karakteristik dan kekhasan Universitas Terbuka (UT) dalam pengembangan dan penyusunan Standar Nasional Pendidikan (SNP)  untuk pendidikan tinggi.  Demikian kesepakatan yang terungkap dalam acara auidensi antara anggota BSNP dan Rektor UT Tian Belawati yang didampingi oleh  Gorky  Sembiring Pembantu Rektor Bidang Kerjasama dan Promosi, Tri Herwindati Pembantu Rektor Bidang Akademik, Yan Haryanto Asisten Pembantu Rektor Bidang Kerjasama dan Promosi,  Ludivica Asisten Pembantu Rektor Bidang Akademik,  I Ketut Budiastra Asisten Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum, dan Endang Heles Kapala Humas di ruang siding BSNP, Selasa   (13/10/09).

“Kami sudah mempelajari standar  yang sedang dikembangkan oleh BSNP dan menurut kami ada poin tertentu dalam draf standar yang kurang relevan dengan sistem di UT”, ungkap Tian Belawati  sambil menjelaskan karena UT memiliki karakteristik yang berbeda dari pendidikan tinggi lainnya yang menerapkan sistem tatap muka.

Melalui audiensi ini diharapkan ada persamaan persepsi di kalangan anggota BSNP  terhadap program pembelajaran UT yang memang sangat berbeda dengan pendidikan lainnya. “Persamaan persepsi ini sangat penting sehingga anggota BSNP dapat mengakomodasi aspirasi UT dalam penyusunan standar pendidikan tinggi”, ungkap Tian yang nota bene alumni IPB tersebut. 

Skala operasional UT, sebagaimana diungkapkan oleh Tian, sangat luas dan kompleks. Sebagai contoh pada tahun 2008, ujian diselenggarakan di 1.366 kota di seluruh Indonesia dan diikuti oleh 885.294 orang. Sedangkan di luar negeri  ujian dilaksanakan di 12 tempat dan diikuti oleh 219 orang. Sampai 23 Juli 2009 terdapat 591.199 mahasiswa aktif  dan dari jumlah tersebut terdapat 488.320 mahasiswa yang sedang mengambil matakuliah di 33 program studi dan mereka tersebar di seluruh Indonesia dan di luar negeri seperti Singapura, Malaysia, Hongkong, dan Saudi Arabia.

Mayoritas mahasiswa UT adalah guru SD dan PAUD yang  meneruskan studi lanjut untuk meningkatkan kualifikasi akademik mereka.  Sedangkan mahasiswa UT di luar negeri sebagian besar adalah para Tenaga Kerja  Indonesia (TKI). Tidak ada batasan usia dan ijazah untuk masuk ke UT. Lulusan tertua terjadi pada 3 tahun lalu, yaitu 93 tahun dan tertua kedua 79 tahun.  Pada saat wisuda, saat itu juga yang bersangkutan menerima  SK Pensiun.

UT yang berdiri sejak tahun1984 menerapkan Pendidikan Terbuka dan Jarah Jauh (PTJJ) yang   karaktersistiknya berbeda dengan pembelajaran pendidikan formal lainnya. Perbedaan karaktersistik inilah yang menjadikan PTJJ  memiliki kekhasan dalam proses pembelajaran,  pengelolaan, dan penilaian. Sebagai contoh UT sebagai penyelenggara PTJJ wajib  memberikan layanan dalam penyediaan bahan ajar. Namun demikian, mahasiswa  tidak wajib menggunakan layanan tersebut karena mahasiswa bisa mendapatkan bahan ajar dari sumber lain.

Menurut Tian, seluruh bahan ajar dikembangkan dengan prinsip-prinsip pembelajaran modern. “Sembilan puluh delapan persen dari tim pengembang bahan ajar ini adalah dosen-dosen dari perguruan tinggi yang menerapkan system tatap muka dan  hanya sebagian kecil  dari dosen UT”, ungkap Tiam sambil menjelaskan bahwa diantara layanan  belajar yang diberikan UT meliputi  pembimbingan akademik,  tutorial tatap muka, tutorial online, perpustakaan digital, bahan ajar suplemen, dan jurnal online.  

Menanggapi hal tersebut, BSNP  sangat terbuka terhadap masukan dan usulan dari UT terkait peyusunan draf standar  pendidikan tinggi yang sedang dikembangkan. “BSNP bersedia mengakomodasi masukan dari UT terkait dengan draf standar pendidikan tinggi yang sedang dikembangkan”, ungkap Edy Tri Baskoro Sekretaris BSNP.