<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bsnp-indonesia.org</title>
	<atom:link href="http://bsnp-indonesia.org/id/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bsnp-indonesia.org/id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Sep 2010 23:53:59 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Buletin BSNP Thn V Edisi 2 2010.pdf</title>
		<link>http://bsnp-indonesia.org/id/?p=646</link>
		<comments>http://bsnp-indonesia.org/id/?p=646#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 23:53:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djuandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin BSNP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bsnp-indonesia.org/id/?p=646</guid>
		<description><![CDATA[Buletin BSNP Thn V Edisi 2 2010
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bsnp-indonesia.org/id/bsnp/wp-content/uploads/2010/09/Buletin-BSNP-Thn-V-Edisi-2-20101.pdf">Buletin BSNP Thn V Edisi 2 2010</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bsnp-indonesia.org/id/?feed=rss2&amp;p=646</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buletin BSNP Thn V Edisi 1 2010.pdf</title>
		<link>http://bsnp-indonesia.org/id/?p=639</link>
		<comments>http://bsnp-indonesia.org/id/?p=639#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 23:44:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djuandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin BSNP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bsnp-indonesia.org/id/?p=639</guid>
		<description><![CDATA[Buletin BSNP Edisi 1 th 2010
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bsnp-indonesia.org/id/bsnp/wp-content/uploads/2010/09/Buletin-BSNP-Thn-V-Edisi-2-2010.pdf"></a><a href="http://bsnp-indonesia.org/id/bsnp/wp-content/uploads/2010/09/Buletin-BSNP-Edisi-1-th-2010.pdf">Buletin BSNP Edisi 1 th 2010</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bsnp-indonesia.org/id/?feed=rss2&amp;p=639</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PANDUAN SKS UNTUK SMP/MTs dan SMA/MA</title>
		<link>http://bsnp-indonesia.org/id/?p=624</link>
		<comments>http://bsnp-indonesia.org/id/?p=624#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 06:34:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djuandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bsnp-indonesia.org/id/?p=624</guid>
		<description><![CDATA[Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 11 Ayat (1), (2) dan (3) mengatur bahwa: ”Beban&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 11 Ayat (1), (2) dan (3) mengatur bahwa: ”Beban belajar untuk SMP/MTs/SMPLB, atau bentuk lain yang sederajat dapat dinyatakan dalam <strong>satuan kredit semester (sks)”.</strong> Ayat (2) ”Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB,SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada pendidikan formal kategori standar dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester”; Ayat (3) ”Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB,SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada pendidikan formal kategori mandiri dinyatakan dalam satuan kredit semester”.</p>
<p>berikut kami lampirkan <a href="http://bsnp-indonesia.org/id/bsnp/wp-content/uploads/2010/06/Panduan-SKS-SMP.pdf">Panduan SKS SMP/MTs dan SMA/MA</a> untuk dipergunakan di sekolah maupun madrasah lingkungan Bapak/Ibu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bsnp-indonesia.org/id/?feed=rss2&amp;p=624</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pedoman Pelaksanaan UN Ulangan Tahun Pelajaran 2009/20010</title>
		<link>http://bsnp-indonesia.org/id/?p=616</link>
		<comments>http://bsnp-indonesia.org/id/?p=616#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2010 02:50:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djuandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[UASBN dan UN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bsnp-indonesia.org/id/?p=616</guid>
		<description><![CDATA[pada tahun 2010 UN Ulangan dilaksakan sesuai dengan pedoman Pelaksanaan UN Ulangan terlampir  Pedoman Pelaksanaan UN Ulang 2010
 
&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>pada tahun 2010 UN Ulangan dilaksakan sesuai dengan pedoman Pelaksanaan UN Ulangan terlampir  <a href="http://bsnp-indonesia.org/id/bsnp/wp-content/uploads/2010/04/Pedoman-Plksn-UN-Ulang-2010.pdf">Pedoman Pelaksanaan UN Ulang 2010</a></p>
<p> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bsnp-indonesia.org/id/?feed=rss2&amp;p=616</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Permendiknas tentang UNPK dan POS UNPK tahun pelajaran 2009/2010</title>
		<link>http://bsnp-indonesia.org/id/?p=609</link>
		<comments>http://bsnp-indonesia.org/id/?p=609#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2010 08:08:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djuandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[UASBN dan UN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bsnp-indonesia.org/id/?p=609</guid>
		<description><![CDATA[Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor  77 Tahun 2009 tentang Ujian Nasional Program Paket A,  Program Paket B, Program  Paket&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia <a href="http://bsnp-indonesia.org/id/bsnp/wp-content/uploads/2010/04/Nomor-77-Tahun-2009.pdf">Nomor  77 Tahun 2009</a> tentang Ujian Nasional Program Paket A,  Program Paket B, Program  Paket C, dan Program  Paket C  Kejuruan Tahun 2010 dan <a href="http://bsnp-indonesia.org/id/bsnp/wp-content/uploads/2010/04/POS-UN-PAKET-ABC-PAKET-C-KEJURUAN-TAHUN-2010-revisi_8-MEI-2010.pdf">POS UN PAKET A,B,C &amp; PAKET C KEJURUAN TAHUN 2010 (revisi_8 MEI 2010)</a> serta ralat POS UN Program Paket A, Program Paket B, Program Paket C dan Program Paket C Kejuruan Tahun 2010 <a href="http://bsnp-indonesia.org/id/bsnp/wp-content/uploads/2010/04/unpk.pdf">Ralat POS UN Paket A, B, C dan Program Paket C Kejuruan TP 2009/2010</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bsnp-indonesia.org/id/?feed=rss2&amp;p=609</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RAIH  PRESTASI DENGAN KEJUJURAN</title>
		<link>http://bsnp-indonesia.org/id/?p=580</link>
		<comments>http://bsnp-indonesia.org/id/?p=580#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 07:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bambang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bsnp-indonesia.org/id/?p=580</guid>
		<description><![CDATA[Penyelenggaraan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) dan Ujian Nasional (UN) memerlukan komitmen dan tanggungjawab bersama. Dalam kontek ini prestasi&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-581" href="http://bsnp-indonesia.org/id/?attachment_id=581"><img class="alignleft size-medium wp-image-581" title="P2120090a" src="http://bsnp-indonesia.org/id/bsnp/wp-content/uploads/2010/02/P2120090a-300x224.jpg" alt="P2120090a" width="300" height="224" /></a>Penyelenggaraan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) dan Ujian Nasional (UN) memerlukan komitmen dan tanggungjawab bersama. Dalam kontek ini prestasi dan kejujuran adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Berprestasi tanpa ada kejujuran adalah sia-sia, sedangkan kejujuran tanpa prestasi adalah suatu kemunduran. Jika ada pemerintah daerah yang menargetkan tingkat kelulusannya 90% itu bagus dan sah-sah saja, tetapi yang tidak boleh dilupakan dalam mencapai target itu harus sesuai dengan kejujuran. Jika kejujuran sudah hilang, angka-angka atau nilai itu tidak bermakna karena merupakan nilai semu. Sehingga peta pendidikan yang diperoleh juga semu.  Demikian pesan Muhammad Nuh Menteri Pendidikan Nasional dalam rapat koordinasi penyelenggaraan UASBN dan UN di Jakarta (12/02/10).</p>
<p>Rapat koordinasi ini dihadiri oleh seluruh ketua penyelenggara UASBN dan UN tingkat provinsi, pejabat eselon II dan III di lingkungan Balitbang Kementerian Pendidikan Nasional, Ketua, Sekretaris dan anggota BSNP. Sebagai agenda utama adalah penandatanganan nota kesepahaman tentang dana penyelenggaraan UASBN dan UN. Menurut Mendiknas prinsip kejujuran harus dipegang teguh dalam kondisi apapun. “Mohon dipengang betul prinsip kejujuran ini dan jangan dikorbankan dalam kondisi apapun. Kalau ruh kejujuran hilang, angka-angka atau nilai itu tidak bermakna”, ungkap mantan Rektor ITS tersebut seraya menambahkan tema UASBN dan UN tahun pelajaran 2009/2010 adalah PRESTASI dan JUJUR.  Dengan tema tersebut, dalam meraih prestasi, seluruh pemangku kepentingan (pelaku, pelaksana, pengambil kebijakan, dan masyarakat) diharapkan untuk berikhtiar dan menyiapkan diri sebaik mungkin. Sehingga pelaksaan UN lebih credible (dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan), prestasinya memuaskan dengan kejujuran sebagai ruhnya. Lebih lanjut Muhammad Nuh menambahkan jika disuruh memilih mana yang penting jujur atau prestasi, maka jujur jauh lebih baik dari prestasi, tapi yang diinginkan adalah prestasi dan jujur.</p>
<p>Dalam pengarahannya,  Menteri Pendidikan Nasional  mengingatkan semua peserta rakor bahwa UN dan UASBN merupakan  kegiatan tahunan. Namun demikian jika permasalahan yang dihadapi dari tahun ke tahun tetap terjadi dan tidak teratasi artinya kita gagal dalam melakukan pembelajaran.  “Kita perlu belajar dari pengalaman dan kesalahan-kesalahan yang ada jika ingin meningkatkan kualitas UASBN dan UN”, ujar mantan Menteri Komunikasi dan Informasi pada  masa kabinet bersatu I. </p>
<p>Melalui forum koordinasi ini Mendiknas berharap supaya terjadi  proses berbagi pengalaman antar provinsi dalam penyelenggaraan UASBN dan UN. Dengan demikian  masalah yang terjadi di satu provinsi tidak terulang lagi di provinsi lain. Untuk itu salah satu cara yang harus kita lakukan adalah  bersikap terbuka (open minded). “Kita harus terbuka terhadap masukan, saran, dan kritik yang konstruktif dengan tidak menutup-nutupi  kelemahan yang ada. Kalau ini kita lakukan, insya Allah kita bisa melakukan perbaikan”, pesan Mendiknas. </p>
<p>Dalam pengarahannya Mendiknas juga menjelaskan meskipun ada kontraversi tentang penyelenggaraan UN, payung hukum penyelenggaraan UN sangat jelas. Oleh karena itu penyelenggaraan UN harus sahih  sehingga hasil yang dicapai juga sahih (valid).</p>
<p>Sementara itu Ketua BSNP Djemari Mardapi menjelaskan UN Utama SMA/MA, SMALB, dan SMK diselenggarakan dari tanggal 22 sampai dengan 26 Maret 2010, UN Susulan dari tanggal 29 Maret sampai dengan 5 April, dan UN Ulangan dari tanggal 10 sampai dengan 14 Mei 2010. Sedangkan  UN Utama untuk SMP/MTs dan SMPLB dilaksanakan dari tanggal 29 Maret sampai dengan 1 April 2010, UN Susulan dari tanggal 5 sampai dengan 8 April 2010, dan UN Ulangan dari tanggal 17 sampai dengan 20 Mei 2010. Menurut Ketua BSNP UN SUsulan diberikan bagi peserta didik yang saat pelaksanaan UN Utama berhalangan karena sakit dan alasan lain dengan surat keterangan yang dapat dipertanggungajwabkan.</p>
<p>Ada beberapa perbedaan dalam penyelenggaraan UN tahun 2010 dibandingkan dengan tahun 2009. “Tahun ini ada UN Ulangan bagi peserta yang belum lulus UN Utama. Peserta yang ikut uji9an ulangan dapat menempuh semua atau sebagian mata pelajaran yang nilainya kurang dari 5.50. Bagi mereka nilai yang digunakan untuk menentukan kelulusan adalah nilai yang tertinggi. Semua nilai tersebut baik UN Utama maupun UN Ulangan tertera di dalam transkrip nilai”, ungkap Djemari Mardapi seraya menambahkan  pada tahun 2010 ini pula jeda waktu antara satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya adalah satu jam mengingat jeda waktu tiga puluh menit pada tahun lalu dirasa tidak cukup.</p>
<p>Lebih lanjut menurut Djemari ada dua alasan mengapa UN tahun pelajaran 2009/2010  dimajukan. Pertama, pada tahun ini UN dilaksanakan dua kali, yaitu UN Utama dan UN Ulangan. Kedua, untuk memberi kesempatan kepada peserta UN Ulangan untuk mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi pada tahun yang sama.</p>
<p>Dalam acara dialog dan tanya jawab ketua penyelenggara UN dari Jawa Timur mengungkapkan  pemerintah daerah Jawa Timur sepakat melakukan ikrar bersama untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan UASBN dan UN tahun pelajaran 2009/2010. “Ada surat edaran dari Gubernur kepada Bupati/Walikota untuk melaksanakan ikrar bersama sebagai upaya untuk menyelenggaraan UASBN dan UN yang jujur dan kredibel sehingga prestasi dan mutu pendidikan meningkat”, ungkap  Zainal Arifin sambil mengajak semua peserta dari provinsi lain untuk dapat mengikuti terobosan yang dilakukan Pemerintah Daerah Jawa Timur.</p>
<p> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bsnp-indonesia.org/id/?feed=rss2&amp;p=580</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kegiatan Tahun 2010</title>
		<link>http://bsnp-indonesia.org/id/?p=566</link>
		<comments>http://bsnp-indonesia.org/id/?p=566#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 06:30:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djuandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bsnp-indonesia.org/id/?p=566</guid>
		<description><![CDATA[Januari 2010 :

5 Januari Pleno dengan Agenda :


 Pembahasan Karakteristik item soal ujian teori kejuruan SMK tahun pelajaran 2009/2010&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Januari 2010 :</strong></p>
<ul>
<li>5 Januari <strong>Pleno dengan Agenda :</strong></li>
</ul>
<ol>
<li><strong> </strong>Pembahasan Karakteristik item soal ujian teori kejuruan SMK tahun pelajaran 2009/2010</li>
<li>Pembahasan penentuan Kriteria percetakan UN SMA/MA</li>
</ol>
<ul>
<li>12 Januari<strong> Pleno dengan Agenda :</strong></li>
</ul>
<ol>
<li><strong> </strong><strong>P</strong>embagian Tugas dan Penyusunan Standar BSNP Tahun 2010</li>
<li>Evaluasi Kegiatan Tahun 2009</li>
<li>Internal BSNP</li>
<li>Pembahasan Penentuan Kriteria Percetakan UN Tahun 2009/2010</li>
</ol>
<ul>
<li>12 Januari <strong>Penelaahan Spesifikasi Teknis Buku dan Alat Pendidikan</strong></li>
</ul>
<ul>
<li>13-15 Januari<strong> Review soal UN tahun pelajaran 2009/2010</strong></li>
</ul>
<ul>
<li>19 Januari <strong>Pleno dengan Agenda :</strong></li>
</ul>
<ol>
<li>Pembagian Tugas dan Penyusunan Standar BSNP Tahun 2010</li>
<li>Pembahasan Penentuan Kriteria Percetakan UN Tahun 2009/2010</li>
<li>Persiapan UN Tahun 2009/2010</li>
<li>Pembahasan POS US 2009/2010</li>
</ol>
<ul>
<li>20-21 Januari <strong>Review soal UN tahun pelajaran 2009/2010</strong></li>
</ul>
<p><strong>Februari 2010 :</strong></p>
<ul>
<li>2      Februari <strong>Pleno BSNP dengan agenda :</strong></li>
</ul>
<ol>
<li>Internal BSNP</li>
<li>Pembahasan tentang peserta Ujian       Inklusi</li>
<li>Laporan hasil uji coba dan       perencanaan pelaksanaan ujian praktek SMK</li>
<li>Penyempurnaan Panduan SKS</li>
<li>Brainstorming UN masa depan</li>
</ol>
<ul>
<li>9      Februari <strong>Pleno dengan Agenda :</strong></li>
</ul>
<ol>
<li>Presentasi Draf Standar Sarana       Prasarana Perguruan Tinggi</li>
<li>Laporan Hasil Rakornas ke Mendiknas</li>
<li>Pengesahan Panduan SKS</li>
<li>Internal BSNP</li>
</ol>
<ul>
<li>12-14      Februari <strong>Penyusunan Desain Pemantauan      Standar Nasional Pendidikan 2010<br /> </strong></li>
</ul>
<ul>
<li>12-13      Februari <strong>Penandatangan MoU UN dan UASBN Tahun 2010 dengan Dinas Pendidikan seluruh Provinsi di Hotel Mega  Anggrek</strong></li>
</ul>
<ul>
<li>16      Februari <strong>Pleno BSNP dengan Agenda</strong> :</li>
</ul>
<ol>
<li>Menerima Audiensi dari DPRD Jember</li>
<li>Pembahasan Program BSNP dengan Direktorat Akademik Dikti dalam Penyusunan Standar Perguruan Tinggi</li>
<li>Persiapan Supervisi Ujian Praktek SMK 2009/2010</li>
<li>Internal BSNP</li>
</ol>
<ul>
<li>20-21      Februari <strong>Workshop Telaah Kerangka      Indikator Standar Penilaian dan Standar Sarana dan Prasarana</strong></li>
</ul>
<ul>
<li>23      Februari <strong>Pleno BSNP dengan Agenda:</strong></li>
</ul>
<ol>
<li>Pembahasan Sanksi-sanksi UN 2009/2010</li>
<li>Kunjungan dari Tim PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia)</li>
</ol>
<ul>
<li>24-26      Februari <strong>Penyusunan Desain Standar Proses      Pendidikan Tinggi</strong></li>
</ul>
<ul>
<li>24-26      Februari <strong>Penyusunan Desain Standar Biaya SMK</strong></li>
<li>26-28 Februari<strong> Penyusunan Desain Evaluasi Implementasi  Standar Nasional Pendidikan<br /> </strong></li>
</ul>
<p><strong>Maret 2010</strong></p>
<ul>
<li>6-13 Maret <strong>Pelatihan Penulisan Soal      UASBN</strong> <strong>Gelombang I</strong> <strong>di 17 Provinsi ( Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Bali, Bengkulu,  Maluku Utara,      Bangka Belitung, Gorontalo, Jawa Timur, Kepulauan Riau, Sulawesi Barat,      Papua Barat, Riau, Sumatera barat, Jambi)</strong></li>
</ul>
<ul>
<li>14-21      Maret  <strong>Pelatihan Penulisan Soal UASBN Gelombang ke II</strong> <strong>di 16 Provinsi ( DKI Yakarta, Banten,      Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Papua, Aceh, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Timur,      Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat )</strong></li>
</ul>
<ul>
<li>2 Maret 2010 <strong>Pleno BSNP dengan Agenda:</strong></li>
</ul>
<ul>
<li>5-7 Maret <strong>Kajian Bahan Dasar Pemantauan SNP &#8220;Persiapan Pelatihan Surveyor&#8221; dilaksanakan di Jakarta</strong></li>
<li><strong>9 Maret 2010 Pleno BSNP dengan Agenda &#8220;</strong></li>
</ul>
<ol>
<li><span style="color: #000000; font-family: Arial;"><span style="font-size: small;"> Internal BSNP</span></span><span style="color: #000000; font-family: Arial;"> </span></li>
<li><span style="color: #000000; font-family: Arial;"><span style="font-size: small;">Koordinasi Supervisi UN Tahun Pelajaran 2009/2010</span></span></li>
<li><span style="color: #000000; font-family: Arial;"><span style="font-size: small;">Laporan Perkembangan Standar Tahun 2009 dan 2010</span></span></li>
</ol>
<ul>
<li>10-2 Maret<strong> Kajian Bahan Dasar Standar Proses Pendidikan Tinggi dilaksanakan di Jakarta</strong></li>
<li>17-19 Maret<strong> Kajian Bahan Dasar Standar Biaya SMK </strong><strong>dilaksanakan </strong><strong>di Jakarta</strong></li>
<li>19-21 Maret<strong> Temu Awal Standar Dosen </strong><strong>dilaksanakan</strong><strong> di Jakarta</strong></li>
<li>26 Maret<strong> </strong><strong>Pleno BSNP dengan Agenda:</strong></li>
</ul>
<ol>
<li>Laporan Standar Tahun 2010 yang sudah berjalan</li>
<li>Laporan Monitoring UN SMA/MA, SMK/MAK dan SMALB tahun pelajaran 2009/2010</li>
<li>Persiapan Monitoring UN SMP/MTs, dan SMPLB tahun pelajaran 2009/2010</li>
</ol>
<ul>
<li>27-29 Maret <strong> Kajian Bahan Dasar Evaluasi Implementasi SNP </strong><strong>dilaksanakan </strong><strong>di Jakarta</strong></li>
<li>31 Maret-2 April <strong>Kajian Bahan Dasar II Standar Biaya SMK di Jakarta<br /></strong></li>
</ul>
<ul>
<li>22 -26      Maret <strong>Pelaksanaan UN Utama  SMA/MA</strong></li>
</ul>
<ul>
<li>22-24 Maret<strong> Pelaksanaan UN Utama SMALB</strong></li>
</ul>
<ul>
<li>22-25<strong> </strong>Maret<strong> Pelaksanaan UN Utama SMK</strong></li>
</ul>
<ul>
<li>29-31 Maret, 1      dan 5 April <strong>Pelaksanaan UN susulan      SMA/MA</strong></li>
</ul>
<ul>
<li>29-31 Maret<strong> Pelaksanaan UN Utama SMP/MTs, dan      SMPLB</strong></li>
</ul>
<ul>
<li>29-31 Maret<strong> Pelaksanaan UN Susulan SMALB</strong></li>
</ul>
<ul>
<li>29-31 dan 1<strong> </strong>April<strong> Pelaksanaan UN Susulan SMK</strong></li>
</ul>
<p><strong>April 2010</strong></p>
<ul>
<li>6 April  <strong>Pleno BSNP dengan Agenda:</strong></li>
</ul>
<ul>
<li>5-8      April <strong>Pelaksanaan UN susulan      SMP/MTs, dan SMPLB</strong></li>
<li>7-9 April<strong> Pelatihan Surveyor Pemantauan Standar Nasional Pendidikan Tahun 2010 ( Provinsi : Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesia Selatan ) </strong></li>
<li>8-10 April<strong> Pertemuan Tim Implementasi Standar<br /></strong></li>
</ul>
<ul>
<li>13 April <strong>Pleno BSNP dengan Agenda:</strong></li>
</ul>
<ol>
<li>Internal BSNP</li>
<li>Evaluasi UN SMP/MTs, SMPLB</li>
<li>Pembahasan UNPK TP 2009/2010</li>
<li>Pembahasan Draft Pedoman Implementasi SMPM</li>
</ol>
<ul>
<li>14-16 April <strong>Pertemuan Tim Standar Proses Pendidikan Tinggi</strong></li>
<li>14-16 April <strong>Pelatihan Surveyor Pemantauan Standar Nasional Pendidikan Tahun 2010 </strong><strong>( </strong><strong> Provinsi : </strong><strong>Riau, DI Yogyakarta, Lampung, Sulawesi Utara, Bali, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur )</strong></li>
<li>15-17 April <strong>Pengumpulan data Indeks Biaya SMK di 6 Provinsi (Jabar, Jateng, DI Yogyakarta, Jatim, Sumatera Selatan, dan DKI Jakarta)</strong></li>
<li>23-25 April <strong>Pertemuan 4 Tim Standar Dosen</strong></li>
<li>20 April <strong>Pleno BSNP dengan Agenda:</strong></li>
</ul>
<ol>
<li>Internal</li>
<li>Audiensi dari IKAPI</li>
<li>Persiapan UASBN Tahun Pelajaran 2009/2010</li>
<li>Evaluasi UN SMP/MTs/SMPLBTahun Pelajaran 2009/2010</li>
<li>Pembahasan Hasil Scoring UN SMA/MA/SMALB dan SMK Tahun Pelajaran 2009/2010<strong><br /></strong></li>
</ol>
<ul>
<li>27 April <strong>Pleno BSNP dengan Agenda:</strong></li>
</ul>
<ol>
<li>Internal BSNP</li>
<li>Koordinasi Persiapan Penilaian BUKU SMK dan Koordinator Persiapan Pengembangan Instrumen Buku Teks Pelajarab PLB</li>
<li>Pembahasan UASBN Tahun Pelajaran 2009/2010</li>
<li>Pembahasan Hasil Scoring UN SMP/MTs/SMPLB Tahun Pelajaran 2009/2010<strong><br /></strong></li>
</ol>
<ul>
<li>28-30 April <strong>Pertemuan Pengolahan Data Standar Biaya SMK</strong></li>
<li>30 April<strong> </strong>s/d 2 Mei <strong>Pertemuan 4 Tim Evaluasi Implementasi SNP<br /></strong></li>
<p><strong><br /> </strong></p>
</ul>
<p><strong>Mei 2010 </strong></p>
<ul>
<li>4-6 Mei <strong>Pelaksanaan UASBN</strong></li>
<li>7-9 Mei <strong>Pertemuan 4 Tim Standar Proses Pendidikan Tinggi<br /></strong></li>
<li>7-9 Mei <strong>Pertemuan Tim Pemantauan Standar Nasional Pendidikan<br /></strong></li>
<li>10-12 Mei <strong>Pelaksanaan UASBN Susulan</strong></li>
<li>10-12      dan 14 Mei <strong>Pelaksanaan UN Ulangan      SMA/MA</strong></li>
</ul>
<ul>
<li>10-12      Mei <strong>Pelaksanaan UN Ulangan SMALB</strong></li>
</ul>
<ul>
<li>10-14      Mei <strong>Pelaksanaan UN Ulangan SMK</strong></li>
</ul>
<ul>
<li>17-20      Mei <strong>Pelaksanaan UN Ulangan SMP/MTs,      dan SMPLB</strong></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bsnp-indonesia.org/id/?feed=rss2&amp;p=566</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PERANAN PENGAWAS SATUAN PENDIDIKAN UN SMA/MA</title>
		<link>http://bsnp-indonesia.org/id/?p=526</link>
		<comments>http://bsnp-indonesia.org/id/?p=526#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 14:38:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bambang</dc:creator>
				<category><![CDATA[UASBN dan UN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bsnp-indonesia.org/id/?p=526</guid>
		<description><![CDATA[1. Sebelum UN dilaksanakan      b) mempelajari Permendiknas tentang UN dan POS UN;c) melapor kepada Penyelenggara UN di Tingkat Sekolah/Madrasah; d) mengikuti rapat-rapat  yang&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Sebelum UN dilaksanakan <br />     <br />b) mempelajari Permendiknas tentang UN dan POS UN;<br />c) melapor kepada Penyelenggara UN di Tingkat Sekolah/Madrasah; <br />d) mengikuti rapat-rapat  yang diselenggarakan oleh Penyelenggara TingkatSekolah/Madrasah.</p>
<p>2. Selama UN Berlangsung</p>
<p>a) menyaksikan dan menandatangi berita acara serah terima bahan ujian dari Penyelenggara Ujian Nasional Tingkat Kabupaten ke Sekolah/Madrasah;<br />b) menyaksikan  penyimpanan bahan ujian dari Penyelenggara UN Tingkat Sekolah/Madrasah kepada petugas keamanan penyimpanan;<br />c) memeriksa kelayakan dan keamanan penyimpanan bahan ujian.<br />d) memantau pelaksanaan UN di ruang ujian, agar sesuai dengan tatacara yang telah ditetapkan dalam POS UN,  dan dapat memasuki ruang ujian jika diperlukan dengan catatan tidak mengganggu pelaksanaan ujian. Hasil pengawasan dalam ruang ujian dituliskan dalam berita acara dan ditandatangani oleh ketua Penyelenggara UN Tingkat Satuan Pendidikan.<br />e) menyaksikan  serah terima bahan ujian dari Sekolah/Madrasah kepada para Pengawas ruangan ujian;<br />f) memeriksa   amplop soal cadangan di tingkat sekolah/madrasah dan hanya dibuka bila diperlukan untuk mengganti soal yang cacat.<br />g) menyaksikan serah terima LJUN dalam amplop yang telah dilak dari Pengawas Ruang  ke Penyelenggara UN Tingkat Satuan Pendidikan;<br />h) mendampingi dan menyaksikan Serah Terima LJUN dari sekolah/madrasah ke Penyelenggara UN Tingkat Kabupaten/Kota.</p>
<p>3. Setelah UN dilaksanakan</p>
<p>a) memantau pengiriman LJUN dari sekolah/madrasah ke Penyelenggara UN    Tingkat Kabupaten/Kota;<br />b) melaporkan pelaksanaan kegiatan pemantauan ke  penyelenggara UN Tingkat Kabupaten/Kota, dengan melampirkan isian lembar kerja.</p>
<p> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bsnp-indonesia.org/id/?feed=rss2&amp;p=526</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PESAN DAN TIPS UNTUK PESERTA UJIAN NASIONAL</title>
		<link>http://bsnp-indonesia.org/id/?p=523</link>
		<comments>http://bsnp-indonesia.org/id/?p=523#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 14:29:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bambang</dc:creator>
				<category><![CDATA[UASBN dan UN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bsnp-indonesia.org/id/?p=523</guid>
		<description><![CDATA[Semua peserta ujian nacional (UN)  agar  tidak terpengaruh dengan isu-isu tentang kunci jawaban soal UN yang beredar di tengah masyarakat.&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semua peserta ujian nacional (UN)  agar  tidak terpengaruh dengan isu-isu tentang kunci jawaban soal UN yang beredar di tengah masyarakat. Mereka harus lebih percaya diri dan tidak mudah terpengaruh oleh iming-iming atau tawaran dari siapapun yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu peserta UN harus mengutamakan kejujuran. Jika mereka jujur, sebenarnya kita tidak perlu melibatkan TPI apalagi polisi dalam penyelenggaraan UN.  Sedangkan kepada para guru dan orang tua murid supaya memberikan dorongan dan motivasi kepada murid-murid untuk mempersiapkan ujian dengan sebaik mungkin demi kesuksesan anak-anak kita, generasi penerus bangsa.</p>
<p> </p>
<p>10 TIPS MENGHADAPI  UN </p>
<p>1. Belajar dengan tekun.<br />2. Mengulangi mata  pelajaran.<br />3. Bertanya kepada teman sejawat, orang tua atau guru jika ada materi pelajaran yang belum dipahami. <br />4. Percaya diri. Percaya dengan kemampun diri sendiri. You can if you think you can.   <br />5. Mencoba mengerjakan soal-soal ujian tahun yang lalu. <br />6. Berlatih menjawab soal-soal latihan yang ada di dalam buku pelajaran. <br />7. Berpikir positif <br />8. Bersikap sportif. <br />9. Menjaga kesehatan dengan cukup istirahat, olah raga, dan makan secara teratur. <br />10. Berdo’a kepada Allah</p>
<p> </p>
<p>11 TIPS  MENGIKUTI UN</p>
<p>1. Datang ke tempat ujian, sebelum waktu ujian  dimulai untuk menyesuaikan diri dengan situasi ujian. <br />2. Pastikan kartu ujian dan alat tulis yang diperlukan telah anda bawa.<br />3. Mulailah dengan berdo’a kepada Allah supaya dimudahkan dalam menjawab soal ujian. <br />4. Sebelum mengerjakan soal, baca dengan teliti petunjuk mengerjakan soal ujian. <br />5. Tulis identitas pribadi anda dengan sempurna, sesuai dengan petunjuk pengisian. <br />6. Kelola waktu dengan bijak. <br />7. Kerjakan lebih dahulu soal yang mudah, baru soal yang sulit. <br />8. Jawab semua soal ujian. <br />9. Jujur dan tidak menyontek. <br />10. Jangan terburu-buru meninggalkan ruang ujian.<br />11. Cek dan recek kembali jawaban anda sebelum meninggalkan ruang ujian.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bsnp-indonesia.org/id/?feed=rss2&amp;p=523</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PERTANYAAN SEPUTAR UJIAN NASIONAL 2009/2010</title>
		<link>http://bsnp-indonesia.org/id/?p=519</link>
		<comments>http://bsnp-indonesia.org/id/?p=519#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 14:11:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bambang</dc:creator>
				<category><![CDATA[UASBN dan UN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bsnp-indonesia.org/id/?p=519</guid>
		<description><![CDATA[1. Apa dasar hukum pelaksanaan UN?
a. Undang-Undang  No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 58 ayat (2): “Evaluasi peserta&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1. Apa dasar hukum pelaksanaan UN?</strong></p>
<p>a. Undang-Undang  No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 58 ayat (2): “Evaluasi peserta didik, satuan pendidikan, dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan”.</p>
<p>b. Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.</p>
<p>- Pasal 63 ayat (1). Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas:<br /> a. penilaian hasil belajar oleh pendidik;<br /> b. penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan; dan<br /> c. penilaian hasil belajar oleh Pemerintah.</p>
<p>- Pasal 66 ayat (1).<br /> Penilaian hasil belajar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) butir c bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk ujian nasional.</p>
<p>- Pasal 66 ayat (2). Ujian nasional dilakukan secara obyektif, berkeadilan, dan akuntabel.</p>
<p>- Pasal 66 ayat  (3). Ujian nasional diadakan sekurang-kurangnya satu kali dan sebanyak-banyaknya dua kali dalam satu tahun pelajaran.</p>
<p>- Pasal 68.  Hasil ujian nasional digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk:<br /> a. pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan;<br /> b. dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya;<br /> c. penentuan kelulusan peserta didik dari program  dan/atau satuan pendidikan;<br /> d. pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan.</p>
<p>- Pasal 69 ayat (1):  Setiap peserta didik jalur formal pendidikan dasar dan menengah dan pendidikan jalur nonformal kesetaraan berhak mengikuti ujian nasional dan berhak mengulanginya sepanjang belum dinyatakan lulus dari satuan pendidikan.</p>
<p>- Pasal 69 ayat (2):  Setiap peserta didik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib mengikuti satu kali ujian nasional tanpa dipungut biaya.</p>
<p>- Pasal 69 ayat (3): Peserta didik pendidikan informal dapat mengikuti ujian nasional setelah memenuhi syarat yang ditetapkan oleh BSNP.</p>
<p>c. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 75 tahun 2009 tentang  Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (Smp/Mts), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), Dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun Pelajaran 2009/2010.</p>
<p><strong>2. Apa tujuan penyelenggaraan UN?</strong></p>
<p>UN bertujuan menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.</p>
<p><strong>3. Bagaimana pelaksanaan UN berikutnya dengan ditolaknya kasasi pemerintah oleh MA?</strong></p>
<p>Putusan MA tersebut menguatkan Putusan Pengadilan Tinggi Nomor 377/PDT/2007/PT.DKI, yang menguatkan Putusan Pengadilan Negeri  Nomor 228/Pdt.G/2006/PN.JKT.PST. Diantara isi putusan tersebut pemerintah diminta untuk meningkatkan kualitas guru, sarana dan prasarana pendidikan, serta memberikan akses pendidikan kepada masyarakat.  Putusan MA itu tidak secara eksplisit menyatakan melarang penyelenggaraan UN. Artinya, tidak ada putusan yang menyatakan UN dihapuskan. Jadi UN tahun pelajaran 2009/2010 tetap dilaksanakan.</p>
<p><strong>4. Benarkah hasil UN dijadikan satu-satunya  cara untuk menentukan kelulusan?</strong></p>
<p>Anggapan UN dijadikan satu-satunya untuk menentukan kelulusan adalah keliru. Hasil UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk (i) pemetaan mutu satuan dan/atau program pendidikan (ii) seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya (iii) penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan, (iv) pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.</p>
<p><strong>5. Siapa saja yang berhak mengikuti UN?</strong></p>
<p>(1) Setiap peserta didik berhak mengikuti UN SMP, MTs, SMPLB, SMA, MA, SMALB, atau SMK.<br /> (2) Peserta didik yang berhak mengikuti ujian nasional SMPLB dan SMALB adalah peserta didik yang mempunyai kelainan tunanetra, tunarungu, tunadaksa ringan, dan tunalaras.<br /> (3) Untuk mengikuti UN, peserta didik harus memenuhi persyaratan:<br /> a. telah berada pada tahun terakhir di SMP, MTs, SMPLB, SMA, MA, SMALB, atau SMK.<br /> b. memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada SMP, MTs, SMPLB, SMA, MA, SMALB, atau SMK mulai semester I tahun pertama hingga semester I tahun terakhir; dan<br /> c. memiliki ijazah atau surat keterangan lain yang setara, atau berpenghargaan sama dengan ijazah dari satuan pendidikan yang setingkat lebih rendah, atau memiliki bukti kenaikan kelas dari kelas III ke kelas IV untuk siswa Kulliyatul-Mu’alimin Al-Islamiyah (KMI)/Tarbiyatul-Mu’alimin Al-Islamiyah (TMI) yang pindah ke SMA/MA atau SMK.</p>
<p><strong>6. Jika peserta UN gagal apakah dimungkinkan untuk mengulang?</strong></p>
<p>Pada pelaksanaan  UN tahun pelajaran 2009/2010 dilaksanakan dua kali yaitu UN Utama dan UN Ulangan. Selain itu bagi peserta didik yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti UN Utama, maka dapat mengikuti UN Susulan yang dilaksanakan seminggu setelah UN Utama.</p>
<p>Dibukanya kesempatan untuk melakukan UN Ulangan berkait dengan upaya (i) memberi kesempatan peserta didik yang telah mengikuti pendidikan formal untuk tetap memperoleh tanda kelulusan di jalur formal (bukan penyetaraan); (ii) membantu menghindari terjadinya tekanan psikologis terhadap peserta didik akibat gagal dalam pelaksanaan UN Utama. Dengan tetap memberi kesempatan untuk mendaftar di perguruan tinggi negeri.</p>
<p><strong>7. Jika diizinkan untuk ikut UN Ulangan, apakah semua mata pelajaran UN yang diujikan atau hanya sebagian saja?</strong></p>
<p>UN Ulangan diikuti oleh peserta didik yang dinyatakan tidak lulus UN.  Peserta didik yang akan mengikuti UN ulangan adalah yang memiliki nilai mata pelajaran kurang dari 5,5 pada semua atau sebagian mata pelajaran. Nilai yang dipakai adalah yang tertinggi.</p>
<p><strong>8. Kapan jadwal pelaksanaan UN tahun 2010?</strong></p>
<p>UN Utama SMA/MA, SMALB, dan SMK  dilaksanakan mulai tanggal 22 sampai dengan 26 Maret 2010 dan UN Susulan dilaksanakan mulai tanggal  29 Maret sampai dengan 5 April 2010. UN Ulangan dilaksanakan mulai tanggal 10 sampai dengan 14 Mei 2010.</p>
<p>UN Utama SMP/MTs, dan SMPLB dilaksanakan mulai tanggal 29 Maret sampai dengan 1 April 2010 dan UN Susulan dilaksanakan mulai tanggal 5 sampai dengan 8 April   2010. UN Ulangan dilaksanakan mulai tanggal 17 sampai dengan 20 Mei  2010.</p>
<p><strong>9. Dibanding pada pelaksanaan UN tahun sebelumnya, mengapa  UN tahun ini dimajukan?</strong></p>
<p>Ada dua alasan mengapa UN tahun pelajaran 2009/2010 dimajukan. Pertama, pada tahun ini UN dilaksanakan dua kali, yaitu UN Utama dan UN Ulangan.  Kedua, untuk memberi kesempatan kepada peserta UN Ulangan untuk mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi pada tahun yang sama.</p>
<p><strong>10. Apa saja mata pelajaran yang diujikan dalam UN di tiap-tiap jenjang?</strong></p>
<p>a. Untuk SMA/MA Program IPA  mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisikan, Kimia, dan Biologi.</p>
<p>b. Untuk SMA/MA Program IPS mata pelajaran yang diujikan adalah  Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ekonomi, Sosiologi, dan Geografi.</p>
<p>c. Untuk SMA/MA Program Bahasa mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sastra Indonesia, Sejarah Budaya/Antropologi, dan Bahasa Asing sesuai dengan pilihan.</p>
<p>d. Untuk MA Program Keagamaan mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Tafsir, Hadis, dan Fikih.</p>
<p>e. Untuk SMK mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Kompetensi Keahlian (Teori Kejuruan).</p>
<p>f. Untuk SMALB mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.</p>
<p>g. Untuk SMP/MTs dan SMPLB mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).</p>
<p><strong>11. Apa fungsi BSNP dalam pelaksanaan UN?</strong></p>
<p>Sebagai penyelenggara UN, BSNP memiliki tugas dan tanggungjawab, diantaranya adalah melakukan sosialisasi penyelenggaraan UN, menetapkan kisi-kisi soal  berdasarkan standar kompetensi lulusan (SKL), menyusun dan merakit soal, menjamin mutu soal, menyiapkan master naskah soal, melakukan penskoran hasil UN, mendistribusikan hasil UN ke provinsi, mengkoordinasikan kegiatan pemantauan UN, menganalisis data hasil UN, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan UN kepada Menteri Pendidikan Nasional.</p>
<p><strong>12. Mengapa BSNP yang menyelenggarakan UN? Bagaimana dengan sekolah/madrasah  (satuan pendidikan)?</strong></p>
<p>Menurut PP Nomor 19 Tahun 2005; Pasal 76 ayat (3) BSNP berwenang untuk :<br /> a. mengembangkan Standar Nasional Pendidikan;<br /> b. menyelenggarakan ujian nasional;<br /> c. memberikan rekomendasi kepada Pemerintah dan pemerintah daerah dalam penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan.<br /> d. merumuskan kriteria kelulusan dari satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.</p>
<p>PP Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 63 ayat (1). Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas:<br /> a. penilaian hasil belajar oleh pendidik;<br /> b. penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan; dan<br /> c. penilaian hasil belajar oleh Pemerintah.</p>
<p>Dalam kenteks ini, penilaian hasil belajar oleh Pemerintah diselenggarakan oleh BSNP. Sedangkan satuan pendidikan memiliki wewenang untuk menyelenggarakan ujian sekolah untuk mata pelajaran yang tidak diujikan dalam UN.</p>
<p><strong>13. Dalam penyelenggaraan UN dengan pihak mana BSNP bekerjasama?</strong></p>
<p>BSNP bekerjasama dengan Pemerintah, Perguruan Tinggi Negeri, dan Pemerintah Daerah Tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota, dan   Sekolah/Madrasah.</p>
<p><strong>14. Apa peran dan fungsi perguruan tinggi dalam penyelenggaraan UN?</strong></p>
<p>Diantara peran perguruan tinggi adalah sebagai koordinator tim pemantau independen (TPI) untuk UN SMP/MTs dan SMPLB, sebagai koordinator pengawas  pada satuan pendidikan untuk UN SMA/MA, dan melakukan pemindaian LJUN SMA/MA.</p>
<p><strong>15. Negara mana saja yang melakukan UN?</strong></p>
<p>Hampir semua negara di ASEAN  menyelenggarakan ujian.</p>
<p><strong>16. Apa sanksi bagi peserta UN yang melakukan kecurangan?</strong></p>
<p>Peserta UN yang melanggar tata tertib diberi peringatan oleh pengawas ruang UN. Apabila peserta UN telah diberi peringatan dan tidak mengindahkan peringatan tersebut, maka pengawas ruang ujian mencatat dan mengusulkan peserta UN tersebut untuk dinyatakan gagal ujian dan dibuatkan  berita acara.<br /> Pengawas yang melanggar POS UN diberi sanksi sesuai dengan ketentuan perudangan.</p>
<p><strong>17. Berapa  nilai rata-rata  minimal peserta didik di tiap jenjang untuk dinyatakan lulus dalam mengikuti UN?</strong></p>
<p>Peserta UN dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN sebagai berikut:<br /> a. memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya;<br /> b. khusus untuk SMK nilai ujian praktik kejuruan  minimal 7,00 dan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN.</p>
<p><strong>18. Kapan pengumuman hasil UN?</strong></p>
<p>Pengumuman kelulusan UN Utama SMA/MA, SMALB, dan SMK dilaksanakan   tanggal 26 April 2010. Sedangkan pengumuman kelulusan UN Ulangan SMA/MA, SMALB, dan SMK dilaksanakan   tanggal 10 Juni 2010.</p>
<p>Pengumuman kelulusan UN Utama  SMP/MTs dan SMPLB dilaksanakan   tanggal 3 Mei 2010.  Sedangkan pengumuman kelulusan UN Ulangan SMP/MTs dan SMPLB dilaksanakan   tanggal 26 Juni  2010.</p>
<p><strong>19. Siapa  yang menanggung biaya pelaksanaan UN termasuk jika peserta didik harus mengulang?</strong></p>
<p>Biaya penyelenggaraan UN  menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah daerah.</p>
<p><strong>20. Bagaimana  dengan wacana hasil UN di tingkat SMA/MA/SMK dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk masuk perguruan tinggi?</strong></p>
<p>Menurut PP Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 68 hasil ujian nasional digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk:<br /> a. pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan;<br /> b. dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya;<br /> c. penentuan kelulusan peserta didik dari program  dan/atau satuan pendidikan;<br /> d. pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan.</p>
<p>Namun saat ini pihak perguruan tinggi belum menjadikan hasil UN sebagai dasar seleksi masuk perguruan tinggi karena memerlukan proses untuk meningkatkan kredibilitas hasil UN.</p>
<p>Semoga ke depan nanti hasil UN dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan masuk perguruan tinggi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bsnp-indonesia.org/id/?feed=rss2&amp;p=519</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
