Matematika Paling Menyulitkan dalam UASBN

LAMPUNG — Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) untuk siswa kelas enam sekolah dasar (SD) berakhir kemarin. Dari tiga mata pelajaran yang diujikan selama tiga hari, sejak Senin (8/5), umumnya peserta merasakan soal matematika–di samping Bahasa Indonesia dan IPA–menjadi momok yang paling menyulitkan.

Sejumlah peserta UASBN di Bandar Lampung merasakan kesulitan soal Matematika yang diberikan pada hari kedua kendati berjumlah 40 soal yang semuanya berupa pilihan berganda.

Meski tidak terdapat soal isian, mereka harus mengerjakannya dengan cara menghitung di kertas. Yang merepotkan, materi soal banyak yang tidak bersesuaian dengan pelajaran sekolah.

”Semua soal terisi karena pilihan ganda. Tapi, saya tidak tahu isiannya benar atau salah. Yang jelas, soalnya sulit, harus dihitung semua,” ungkap Nuning, siswa kelas 6 SDN 1 Beringin Raya, Bandar Lampung, yang sempat mengikuti bimbingan belajar.

Tadinya, ia berharap, jumlah soalnya sedikit, namun bobotnya lebih tinggi sehingga waktu yang tersedia cukup efektif. ”Kalau soal banyak, jelas isinya pasti ada yang cuma nebak-nebak karena waktu akan habis untuk mengerjakan soal saja, belum tentu hasilnya benar,” ujar Nuning.

Bagus, siswa kelas 6 SDN di Rawa Laut, ikut mengeluh. Menurut dia, soal matematika terlalu rumit dan sulit serta soalnya banyak. ”Seharusnya, kualitas soal yang dipentingkan,” katanya.

Optimistis lulus
Kesulitan soal matematika juga dirasakan peserta UASBN di DKI Jakarta.
”Ya, matematika paling sulit,” ungkap Alicia Amanda Putri, murid SD Negeri Pasar Baru 11, Jakarta Pusat.

Namun, dia optimistis lulus karena telah mengikuti bimbingan belajar serta try out sebanyak lima kali sejak Januari lalu. ”Soal-soal ujian hampir sama saat latihan mengerjakan soal-soal yang akan diujikan (try out) di sekolah. Jadi, saya dapat menjawab semua soal ujian yang diberikan,” kata Alicia.

Bahkan, dia yakin nilai mata pelajaran yang diujikan, yakni matematika, mendapatkan nilai 7, bahasa Indonesia 8, dan IPA 8. Menurutnya, try out tidak hanya diberikan sekolah, tetapi dari Suku Dinas Pendidikan Dasar dan Dinas Pendidikan setempat.

Miftah Rizqullah, siswa peserta ujian lainnya ,juga menyatakan optimisme. ”Semua mata pelajaran yang diujikan dapat dijawab dan saya yakin lulus,” ujarnya.

Kepala Sekolah SDN Pasar Baru 11, Sumarno, mengatakan, siswa yang mengikuti UASBN 2009 sebanyak 28 orang. Ditetapkan bahwa nilai standar kelulusan untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia 4,00; Matematika 2,8; dan IPA 3,20. ”Saya yakin semua lulus seperti tahun sebelumnya,” ujarnya. mur/ant

Sumber: Republika.co.id

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *