Pelaksanaan UNBK di Kota Malang

Ada Praktik Baik dan Ujian Sebagai Instrumen Penanaman Karakter

Selasa (2/5/2017), hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk jenjang SMP/MTs di Kota Malang berjalan dengan lancar dan sukses, tanpa ada kendala. Proses sinkronisasi  antara server pusat dan server lokal berhasil dilaksanakan pada H-3. Demikian juga proses pengunduhan token dan password bagi peserta sukses dilakukan. Pasokan daya listrik juga tidak ada kendala apapun. Dengan demikian, panitia pelaksana dan peserta merasa puas dengan pelaksanaan UNBK kali ini.

Demikian catatan penting dari hasil pemantauan pelaksanaan UNBK di SMPN 1, MTsN 1, SMPN 13, dan SMPN 15  kota Malang oleh anggota BSNP. Pada tahun ini, mayoritas  SMP/MTs di Kota Malang melaksanakan UNBK, kecuali dua SMP dan enam MTs swasta.

“Dinas Pendidikan Kota Malang sudah mendorong seluruh satuan pendidikan melaksanakan UNBK. Namun masih ada dua SMP dan enam MTs yang belum bisa melaksanakan UNBK karena faktor infrastruktur”, ucap Lili Ernawati Kepala SMPN 1 Kota Malang seraya menambahkan UNBK di sekolah ini diikuti 250  peserta yang dibagi dalam tiga ruangan dan tiga sesi sehari.

Di sekolah pemenang lomba Green School tahun 2016, anggota BSNP menemukan beberap praktik baik yang bisa dijadikan model bagi sekolah lain dalam melaksanakan UNBK. Diantaranya adalah dengan menyediakan gen set, menyediakan satu ruang komputer cadangan, memasang CCTV, dan menjadi ujian sebagai instrument penanaman karakter kepada siswa.

Didorong niat yang tulus untuk menyukseskan UNBK, Lili menyediakan satu set gen set dan satu ruang ujian cadangan yang dilengkapi dengan puluhan set komputer. Hal ini sangat berbeda dengan kondisi di sekolah lain yang hanya menyiapkan satu komputer cadangan di setiap ruang ujian.

Ketika dikonfirmasi kepada Denny Nugraha proktor SMPN 1, alasan diadakannya ruang cadangan tersebut untuk mengantisipasi jika terjadi masalah dengan komputer.

“Ibu Kepala Sekolah tidak ingin ada masalah dalam pelaksanaan UNBK, sehingga dari awal sudah diantisipasi dengan menyediakan satu ruang cadangan yang dilengkap puluhan set komputer. Hal ini hanya ada di SMPN 1 Kota Malang saja”, ucap Deny Nugraha proktor UNBK.

Selain itu, untuk pemantauan pelaksanaan ujian, SMPN 1 Kota Malang menggunakan CCTV yang dikendalikan dari ruang kepala sekolah. Dengan demikian, seluruh aktivitas pengawas, proktor, dan perserta ujian dapat dipantau.

Sehubungan dengan pelaksanaan ujian yang dibagi menjadi tiga sesi, lebih lanjut Lili mengatakan bahwa sebelum memulai ujian untuk masing-masing sesi, peserta melakukan doa bersama di ruang mushalla sekolah. Peserta sesi pertama, menunaikan shalat dhuha bersama sebelum ujian. Sedangkan peserta sesi kedua, menunaikan shalat dhuhur berjamaah setelah menunaikan ujian. Demikian juga peserta sesi ketiga, menunaikan shalat ashar berjamaah setelah selesai ujian pada pukul 16.00.

“Kami ingin menanamkan nilai-nilai moral, karakter, dan sikap spiritual  melalui UNBK. Sebab ujian ini bukan hanya sekedar untuk mengukur kompetensi siswa, tetapi juga sebagai instrumen  untuk pembentukan karakter”, ucap Lili.

 

Madrasah Sediakan Air Minum

Sementara itu, praktik baik yang penulis temukan di MTsN 1 Kota Malang adalah kebijakan pihak madrasah untuk menyediakan air minum bagi setiap peserta ujian selama ujian berlangsung. Ketika memasuki ruangan, peserta diberi air mineral dalam kemasan  dengan ukuram 600 ml. Air tersebut diletakkan di bawah meja komputer masing-masing perserta. Jika haus, mereka bisa meminumnya, tanpa mengganggu proses ujian.

Menurut Syamsuddin Kepala MTsN 1 Kota Malang, penyediaan air minum tersebut dimaksudkan supaya peserta ujian tetap tercukupi kebutuhan energi dan nutrisinya selama dua jam berada di dalam ruang ujian.

“Mereka duduk selama dua jam di depan komputer, tentu memerlukan energi supaya dapat mengikuti ujian dengan tenang”, ucap Kepala MTs seraya menjelaskan praktik baik tersebut telah dilaksanakan sejak tahun 2016.

Ketika penulis menanyakan hal tersebut kepada Umargiono Sekretaris UNBK, dengan diplomatis ia menjawab, “ibarat tanaman, akan tetap segar jika kebutuhan airnya terpenuhi, tetapi sebaliknya tanaman akan layu jika kekurangan air”.

UNBK di MTs unggulan ini diikuti oleh 278 siswa yang dibagi dalam tiga ruang ujian dengan jumlah komputer 106. Semua ruangan dilengkapi dengan alat pendingin udara, berkarpet dan tertata dengan rapi. Sepatu peserta ditanggalkan dan disusun dengan rapi di rak yang disediakan di depan kelas. Dengan demikian, anak-anak merasa nyaman dan tenang selama melaksanakan ujian.

 

SMKN 2 Dukung Penuh UNBK SMP

Kesuksesan pelaksanaan UNBK SMP di Kota Malang tidak bisa dilepaskan dari dukungan dan kontribusi dari penerapan prinsip resource sharing (berbagi sumber) yang dikoordinir oleh Dinas Pendidikan Kota Malang. Prinsip berbagi sumber ini diterapkan oleh SMKN 2 Kota Malang dengan menerima dua sekolah yaitu SMPN 13 dan SMPN 15 untuk melaksanakan UNBK di sekolah kejuruan tersebut, dengan jumlah peserta untuk masing-masing sekolah sebanyak 288 dan 285 siswa.

Menurut Bagus Gunawan Kepala SMKN 2 Kota Malang, fasilitas yang dimiliki sekolahnya akan bermanfaat jika bisa digunakan oleh banyak  pihak, termasuk siswa SMP.

“Saya merasa bersyukur jika fasilitas yang ada di sekolah ini dimanfaatkan banyak pihak, termasuk siswa SMP yang ikut UNBK di sini. Sebab semakin banyak pihak yang menggunakan fasilitas sekolah (SMKN 2), semakin optimal fungsi fasilitas yang ada. Lebih baik rusak karena digunakan daripada rusak sebelum digunakan”, ucapnya denga penuh semangat ketika menerima penulis di ruang panitia ujian.

Bagi Muhammad Syahroni Kepala SMPNN 13 dan Agus Wahyudi Kepala SMPN 15, dukungan yang diberikan SMKN 2 sangat membantu pihak sekolah dalam melaksanakan ujian. Para siswa pun merasa nyaman mengikuti ujian di SMK. Bahkan diantara mereka ada yang berkeinginan melanjutkan studi ke SMK setelah melihat fasilitas dan prestasi yang dicapai SMKN 2 tersebut.

Beberapa praktik baik dalam pelaksanaan UNBK di Kota Malang bisa dijadikan model untuk diterapkan di tempat lain. Penerapan prinsip berbagi sumber, misalnya, jika sepenuhnya diterapkan, pelaksanaan UNBK tahun depan bisa mencapai seratus persen. Semoga. Amin. (BS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *