Simulasi UNBK Hari Pertama

Sukses, Ternyata UNBK Lebih Praktis, Tidak Seperti Yang Kita Khawatirkan

Hari pertama pelaksanaan simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Sabtu (25/3/2017) berjalan dengan lancar dan sukses. Simulasi dilakukan di 34 provinsi yang ada PKBM pelaksana UNBK dan diikuti peserta didik dari Program Paket B dan C.

Simulasi ini menjadi pembelajaran yang sangat bermakna, tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi pengelola PKBM, Dinas Pendidikan, dan pemangku kepentingan pendidikan lainnya. Simulasi dilaksanakan dua hari, yaitu Sabtu dan Minggu, tanggal 25-26 Maret 2017.

Menurut Nizam Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan peserta simulasi UNBK sangat antusias dan puas dengan layanan yang diberikan.

“Wah ternyata (UNBK) malah lebih praktis dan enak, Pak. Kalau mengganti jawaban, tinggal klik, selesai. Sedangkan kalau ujian pakai kertas manual, menghapusnya lama, gak bersih-bersih. Kelamaan. Kalau 5 butir saja yang diganti, habis waktu berapa menit sendiri. Yang pasti tidak sesulit yang dibayangkan”, demikian kesan dan komentar salah satu peserta simulasi UNBK untuk pendidikan kesetaraan sebagaimana disampaikan oleh Nizam Kepala Puspendik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Testimoni peserta simulasi UNBK  tersebut, tambah Nizam, menepis kekhawatiran banyak pihak yang beranggapan UNBK itu sulit dan menyebabkan kecemasan di kalangan Dinas Pendidikan, pengelola dan peserta didik pendidikan kesetaraan.

“Aplikasi UNBK sangat ramah pengguna. Mereka yang bisa mengoperasikan telepon seluler, dipastikan tidak mengalami kesulitan dalam mengikuti UNBK”, tegas Nizam seraya menambahkan untuk tidak takut sebelum mencoba.

Sebagaimana kita ketahui, tahun 2017 merupakan tahun pertama pelaksanaan UNBK untuk pendidikan kesetaraan dan tahun ketiga bagi pendidikan jalur formal. Pelaksanaan UNBK Pendidikan Kesetaraan pada hari Sabtu dan Minggu dalam dua gelombang.

Gelombang pertama pada tanggal 15, 16, 22, dan 23 April untuk Paket C dan pada tanggal 13, 14, dan 20 April untuk Paket B. Sedangkan gelombang kedua pada tanggal 7, 8, 14, dan 15 Oktober untuk paket C dan tanggal 7, 8, 14 Oktober untuk paket B.

Menurut Erika Budiarti Laconi Ketua BSNP moda pelaksanaan Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan pada gelombang kedua adalah dengan UNBK.

“Seluruh PKBM wajib melaksanakan UNBK pada Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan gelombang kedua”, ucapnya di hapadan peserta rapat koordinasi UN Pendidikan Kesetaraan di Jakarta (20/3/2017).

Secara terpisah Giri Sarana dari Puspendik mengatakan saat ini dari 5.470 PKBM ada 914 (16.71%) pelaksana UNBK dan 4.556 (83.29%) PKBM pelaksana UN Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP).

“Meskipun jumlah PKBM pelaksana UNBK pada gelombang pertama masih sedikit, success story simulasi hari ini menjadi motivasi tersendiri bagi peserta, pengelola PKBM, dan pelaksana”, ungkapnya melalui pesan singkat kepada penulis.

Dari teknis pelaksanaan, Handaru anggota tim teknis UNBK di Puspendik melaporkan pada hari pertama simulasi tidak ada kendala teknis.

“Kendala teknis pada hari ini tidak ada, sebab sekolah yang dijadikan tempat pelaksanaan UNBK adalah sekolah yang pernah melaksanakan UNBK dengan proktor yang terlatih dan berpengalaman”, ucapnya sambil berharap semoga ke depan UNBK menjadi mainstream ujian nasional karena lebih efisien, efektif, dan menyenangkan. Amin. (BS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *