Rakor Pemindaian Ujian Nasional 2017

Perlu Integritas untuk Meningkatkan Kualitas

Pemindaian Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) merupakan tahapan yang penting dari rentetan tahapan pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Penyerahan hasil UN ke Panitia SNMPT sangat tergantung kepada hasil Pemindaian. Demikian juga penyerahan hasil UN dari panitia UN Tingkat Pusat ke Panitia UN Tingkat Provinsi. Oleh karena itu, Panitia UN Tingkat Pusat melakukan rapat koordinasi untuk menyamakan persepsi dan teknis pelaksanaan pemindaian.

Demikian pengarahan dan pesan Totok Suprayitno Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kepada peserta rapat koordinasi pemindaian LJUN yang dilaksanakan pada tanggal 23-25 Maret 2017 di Jakarta. Turut hadir dalam acara ini tim teknis pemindaian dari 34 Dinas Pendidikan Provinsi, Kepala Puspendik, anggota BSNP dan tim dari Puspendik.

Menurut Totok Suprayitno pada tahun 2017 pemindaian LJUN untuk seluruh jenjang, yaitu SMP, SMA, dan SMK sederajat serta Program Paket B dan Paket C, dilakukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi.

“Mulai tahun ini, perguruan tinggi tidak terlibat dalam pemindaian LJUN dan seluruh proses pemindaian dilakukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi”, ucap Totok seraya menambahkan hal ini karena ¬†adanya peningkatan satuan pendidikan pelaksana Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Jika tahun depan, tambah Totok, seluruh satuan pendidikan melaksanakan UNBK, maka tahun ini merupakan tahun terakhir Dinas Pendidikan melakukan Pemindaian LJUN.

Pada kesempatan yang sama, anggota BSNP memaparkan kebijakan UN tahun 2017 sesuai dengan POS UN yang ditetapkan BSNP, khususnya bagian pengolahan hasil UN. Dalam hal ini, satuan pendidikan menyerahkan LJUN ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk diserahkan ke Dinas Pendidikan Provinsi.

“Penyerahan LJUN ini dilakukan setiap hari setelah ujian selesai dan dibuatkan berita acara penyerahan”, ucap Bambang.

Dalam pengolahan hasil UN ini, tambahnya, diperlukan integritas panitia pelaksana, mulai dari satuan pendidikan sampai ke dinas pendidikan kabupaten/kota dan dinas pendidikan provinsi.

“Tanpa integritas, tidak akan terwujud kualitas dalam pelaksanaan UN”, ungkapnya seraya mengajak seluruh peserta untuk mengutamakan integritas dalam melaksanakan tugas. (BS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *