KAPUSKURBUK: Komitmen Penerbit dan Penulis Mutlak Diperlukan Dalam Penyediaan BTP yang Berkualitas

Buku teks pelajaran memiliki peranan sangat penting dalam implementasi kurikulum. Selain memberikan informasi dan pengetahuan, buku teks pelajaran juga mesti mendorong peserta didik dalam meningkatkan literasi.  Oleh karena itu, penyediaan Buku Teks Pelajaran (BTP) memerlukan komitmen dari semua pihak, khususnya penulis dan penerbit.

Demikian pesan dan arahan Awaluddin Tjalla Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) yang disampaikan dalam acara sosialisasi instrumen penilaian BTP Matematika dan PJOK kelas V dan VI SD/MI di ruang sidang Puskurbuk, Rabu (1/2/2017).

Turut hadir dalam acara ini adalah anggota BSNP, penulis, penerbit, tim pengembang instrumen, dan  tim psikometri.

Awaluddin Tjalla dalam sambutannya mengatakan peran masyarakat terutama penerbit  dalam penyediaan buku teks sangat signifikan. Selain itu, penerbit dan penulis juga perlu memberikan komitmen untuk menyediakan BTP yang berkualitas.

“Melalui acara sosialisasi ini, mari kita samakan persepsi dan kita bangun komitmen bersama untuk menghasilkan BTP yang berkualitas”, ucap dosen UNJ yang baru dua bulan memimpin Puskurbuk.

Lebih lanjut Awaluddin Tjalla mengatakan saat ini sedang dilakukan finalisasi Rancangan Undang-Undang  Perbukuan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas perbukuan di tanah air.

Sementara itu Supriyatno Kepala Bidang Perbukuan mengatakan pada tahun 2017, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan kesempatan kepada  penerbit untuk menyusun BTP Matematika dan PJOK untuk kelas V dan VI SD/MI.

“Waktu yang diberikan kepada penulis dan penerbit untuk menyiapkan buku teks adalah tiga bulan. Dengan demikian kedua BTP tersebut dapat digunakan pada tahun ajaran baru, yakni pada bulan Juli”, ucapnya.

Lebih lanjut Supriyatno mengatakan sebagai acuan untuk BTP yang digunakan di satuan pendidikan, telah diterbitkan Permendikbud Nomor 8 Tahun 2016 tentang Buku yang Digunakan oleh Satuan Pendidikan.  Adapun semboyan dan motto Puskurbuk dalam penyediaan BTP adalah Bermutu, Murah dan Merata.

Zaki Suud anggota BSNP dalam paparannya menekankan pentingnya buku guru dalam proses pembelajaran.

“Jika ada materi pembelajaran yang dianggap sensitif, maka ulasan di buku siswa cukup dibuat secara singkat. Sedangkan ulasan detailnya ditulis di buku guru”, ucap Zaki seraya memberikan contoh materi tentang pendidikan reproduksi.

Lebih lanjut Zaki mengingatkan kepada penulis dan penerbit untuk memperhatikan prinsip-prinsip penyusunan BTP. Pertama, prinsip kontekstual. Artinya, BTP harus kontekstual dengan dunia nyata dan keragaman bangsa Indonesia. Kedua, tidak ada kesalahan konsep dalam BTP. Ketiga, penggunaan bahasa disesuaikan dengan karakteristik peserta didik SD/MI. Keempat, orisinalitias tulisan, termasuk gambar-gambar ilustrasi. Kelima, hindari materi yang sensitif dan mengandung muatan pornografi, kekerasan, dan SARA.

Pada acara sosialisasi ini, Sri Hidayati Kepala Bidang Kurikulum menyampaikan kebijakan kurikulum. Sementara Syaifuddin tim psikometri menjelaskan instrumen penilaian BTP. (BS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *