CATATAN DARI KONFERENSI PERS HASIL UN SMP SEDERAJAT

Hasil UN SMP/MTs 2016: Kejujuran Meningkat, Capaian Siswa Perlu Ditingkatkan

Anies Baswedan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memaparkan hasil Ujian Nasional (UN) SMP/MTs dalam konferensi pers di Gedung A Kemdikbud, pada hari Jumat, 10 Juni 2016. Turut hadir dalam acara ini adalah Totok Suprayitno Kepala Balitbang, Zainal A. Hasibuan, Ketua BSNP, Daryanto Irjen Kemdikbud, Hamid Muhammad Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Nizam Kepala Puspendik, Dadang Sudiyarto Sekretaris Balitbang, dan Direktur Pendidikan Kesetaraan.

Dalam paparannya Anies Baswedan menjelaskan bahwa Indeks Integritas UN (IIUN) SMP/MTs secara nasional naik dan mendorong nilai UN terkoreksi sehingga semakin menggambarkan realita.

“IIUN mendorong untuk meningkatkan kejujuran dan ini merupakan gambaran yang sebenarnya tentang kondisi siswa kita”, ucap Anies yang siang itu memakai baju batik lengan panjang warna hijau.

Pada SMP Negeri, tambah Anies, rerata UN terkoreksi 3.5 persen, sedangkan pada SMP Swasta rerata UN terkoreksi 3.9 persen.

“Penurunan/koreksi hasil UN bukan saja karena siswa semakin jujur tetapi juga karena kisi-kisi UN tidak lagi rinci. Seain Ada peningkatan pada kualitas soal. Porsi soal penalaran ditambah”, ucapnya.

Dari sisi mata pelajaran, juga terjadi koreksi pada semua mata pelajaran. Matematika mengalami koreksi paling tinggi, yaitu 6.04 persen, diikuti IPA (3.61), Bahasa Inggris (2.84), dan Bahasa Indonesia (0.31).

Lebih lanjut, Anies juga mengumumkan 10 provinsi yang mengalami kenaikan IIUN, yaitu adalah DIY (82.98), DKI (82.15), Bangka Belitung (81.52), Jawa Tengah (80.77), Jawa Barat (80.43), Bengkulu (79.97), Kepulauan Riau (79.52), Sumatera Barat, Banten dan Bali. (Untuk tiga provinsi terakhir, data tidak ditayangkan-penulis).

Selain itu, juga ada 7 Provinsi dengan kenaikan IIUN tertinggi, yaitu Sulawesi Barat, Sumatera Selatan, Sulawesi Utara, Aceh, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Sumatera Utara.

Sementara itu, Zainal A. Hasibuan Ketua BSNP mengatakan bahwa pada tahun kedua dilaksanakan UN Berbasis Komputer (UNBK) dan UN tidak lagi menentukan kelulusan, sudah ada hasil yang signifikan, yaitu hasil yang menggambarkan kemampuan siswa yang sebenarnya.

BSNP, tambahnya, akan terus menganalisis hasil UN yang menggambarkan keadaan riil. Hasil UN merupakan masukan bagi Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan untuk selalu meningkatkan kompetensi guru.

“Jika ke depan nanti para siswa kita sudah jujur, tetapi prestasi atau capaian akademik mereka masih belum meningkat, berarti kompetensi guru-guru kita perlu ditingkatkan”, ucap Ucok, panggilan akrab Zainal A. Hasibuan.

Secara terpisah Totok Suprayitno menekankan pentingnya peningkatan guru dalam melakukan asesmen kelas dan asesmen sekolah.

“Jika kualitas asesmen kelas dan asesmen sekolah sudah baik, siswa juga akan menunjukkan capaian akademik yang baik dalam UN”, ulasnya.

Sebagaimana kita ketahui, Panitia UN Tingkat Pusat telah menyerahkan hasil UN SMP/MTs ‎kepada Panitia UN Tingkat Provinsi pada tanggal 4 Juni 2016. Sedangkan sekolah/madrasah akan mengumumkan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan besok, Sabtu, 11 Juni 2016. (BS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *