PRAKTIK BAIK UNBK 2016

Identitas Siswa Ditempel di Laptop dan Ada Proktor Pembina

Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMP/MTs di Kota Malang pada hari pertama dan kedua kemarin, secara umum, berjalan lancar, meskipun ada kendala teknis yang dapat diatasi.

Di Kota Malang ada 7 sekolah/madrasah pelaksana UNBK, yaitu SMP Negeri 1, 3, 5, MTs Negeri 1, SMP Wesly, SMP Karis, dan SMP Bina Bangsa.

Penting untuk dicatat, dari pemantauan yang dilakukan anggota BSNP, ada praktik baik yang perlu diapresiasi dalam pelaksanaan UNBK.

Pertama, identitas siswa yang memuat nama, nomor ujian dan paspoto, ditempel di laptop/komputer. Dengan demikian pengawas dapat mengecek kebenaran peserta UNBK dengan identitas yang ada.

“Cara ini kami lakukan untuk menghindari terjadinya praktik perjokian dalam UNBK. Dengan demikian pengawas ujian yang dilakukan secara silang antar sekolah/madrasah dapat mengenali peserta UNBK dengan mudah”, ucap seorang proktor di MTs Negeri 1 Malang.

Kedua, di setiap SMP/MTs pelaksana UNBK, ada proktor pendamping dari SMA atau SMK pelaksana UNBK. Proktor pendamping ditetapkan oleh Dinas Pendidikan dan berperan memberikan asistensi berdasarkan pengalaman mereka dalam pelaksanaan UNBK SMA sederajat pada bulan April yang lalu.

“Dalam POS UN tidak ada istilah proktor pendamping. Namun untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan demi kelancaran UNBK SMP sederajat, Dinas Pendidikan Kota Malang menetapkan proktor pendamping”, ucap Budi Kepala Seksi Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan Kota Malang.

Sebagai contoh, tambahnya, proktor UNBK SMPN 1 didampingi proktor dari SMKN 3, proktor MTs Negeri 1 didampingi proktor dari MAN 3, dan proktor SMPN 3 didampingi proktor dari SMAN 5.

Lili Ermawati Kepala SMN 1 Malang ketika ditanya keberadaan proktor pendamping tersebut mengatakan sangat bermanfaat dan membantu proktor yang ada.

“Kami sangat berterima kasih dan terbantu dengan adanya kebijakan proktor pendamping yang ditetapkan Dinas Pendidikan Kota Malang”, ucapnya di sela-sela menerima kunjungan anggota BSNP pada hari pertama pelaksanaan UNBK.

Sementara itu, di Kota Palembang juga ada praktik baik yang perlu diapresiasi. Sebagaimana dilaporkan Erika B. Laconi anggota BSNP yang bertugas ke Palembang, tas milik peserta UNBK disimpan di dalam locker.

“Selain lebih aman, juga nampak lebih rapi”, ungkap Erika dalam laporan singkat lewat WA.

Beberapa praktik baik di atas menunjukan kesungguhan dan keseriusan panitia pelaksana Ujian Nasional tingkat satuan pendidikan dan/atau Kabupaten/Kota dalam menyukseskan hajat tahunan tersebut.

Semoga pelaksanaan UNBK pada hari ketiga dan keempat serta pada tahun yang akan datang lebih baik dari hari kemarin. Amin. (BS)

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *