KABALITBANG BERIKAN APRESIASI DAN SERAHKAN HASIL UN SMA SEDERAJAT KE PROVINSI

Bertempat di ruang sidang Gedung E Lantai 2, Totok Suprayitno Kepala Balitbang Kemdikbud menyerahkan hasil Ujian Nasional SMA sederajat kepada Dinas Pendidikan Provinsi, pada hari Selasa (3/5/2016).

Turut hadir dalam acara ini Ketua BSNP, Inspektur Jenderal Kemdikbud, Sekretaris Balitbang, Kepala Puspendik, dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi atau yang mewakili.

Penyerahan hasil UN secara simbolik diberikan oleh Kepala Balitbang kepada Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Sulawesi Barat, dan Maluku, didampingi oleh Ketua BSNP, Irjen, dan Sesbalitbang.

Sesuai dengan POS UN tahun 2016, pengumuman kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2016.

Sebelum ini, tepatnya tanggal 28 April 2016 Anies Baswedan Mendikbud telah menyerahkan hasil UN SMA sederajat kepada Panitia SNMPTN di Bandung. Penyerahan hasil UN ini lebih cepat dari tanggal yang dijadwalkan, 2 Mei 2016. Dengan demikian pemanfaatan hasil UN dalam proses penerimaan mahasiswa baru bisa lebih cepat dilakukan.

Menurut Totok Suprayitno Kepala Balitbang pemanfaatan hasil UN dalam proses seleksi mahasiswa baru menjadi kewenangan masing-masing perguruan tinggi. Namun demikian, tekad PTN memanfaatkan hasil UN ini merupakan apresiasi terhadap kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan UN.

“Kita berikan apresiasi kepada tim UN yang notabene sebagai ‘tim senyap’ yaitu tim yang bekerja secara all out tanpa dipublikasikan media”, ucap Totok seraya menambahkan banyak pihak yang memberikan apresiasi kepada Kemdikbud atas pelaksanaan UN tahun 2016, termasuk apresiasi dari anggota Komisi X DPR-RI.

Adanya apresiasi dari berbagai pihak ini, menurut Irjen Kemdikbud karena dalam pelaksanaan UN selalu ada manajemen pengendalian resiko terhadap permasalahan yang muncul selama pelaksanaan UN.

“Kesuksesan ini tidak lepas dari kerjasama dan koordinasi antar unit kerja, yaitu Balitbang, BSNP, Itjen, Puspendik, Pustekkom, dan Direktorat terkait”, ucap Daryanto Irjen Kemdikbud seraya menyebutkan peran Posko UN sangat penting.

Yang lebih penting lagi, tambah Irjen adalah keseriusan dalam penangan masalah secara profesional. Bahkan Menteri pun ikut turun tangan menangani masalah.

“Oleh karena itu, mari kerjasama yang sudah kita bangun dengan baik selama ini kita teruskan”, ucap Daryanto yang siang itu memakai pakaian adat Bali.

Sementara itu Zainal A. Hasibuan Ketua BSNP dalam sambutannya menekankan pentingnya perencanaan ke depan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan UN. Zainal juga menekankan pentingnya integritas dalam pelaksanaan UN.

“Zaman sekarang ini adalah zamannya indeks integritas, bukan hanya nilai yang tinggi. Namun bukan berarti kita tidak memperhatikan pentingnya prestasi akademik”, ucapnya.

Dengan adanya indeks integritas, hasil UN bisa menjadi faktor pengoreksi terhadap nilai sekolah dalam seleksi mahasiswa baru di perguruan tinggi.

BAHAN UN SMP Sederajat

Berdasarkan laporan dari perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi, sampai hari ini bahan UN SMP sederajat sudah sampai di titik simpan di kabupaten/kota.

TANYA JAWAB

Sebelum proses penyerahan hasil UN, pada kesempatan tersebut juga dilakukan tanya jawab. Diantara isu yang muncul adalah adanya perbedaan petunjuk teknis pengisian blanko ijazah antara ijazah SD/MI dan petunjuk teknis pengisian blanko ijazah SMP dan SMA sederajat, sebagaimana disampaikan Dinas Pendidikan Kepulauan Riau.

“Di POS UN nilai yang dicantumkan sampai semester 5, sedangkan di Juknis dari Balitbang, nilai yang dicantumkan mulai semester 1 sampai semester 6”, ucapnya.

Menjawab pertanyaan tersebut, Ketua BSNP meminta anggota BSNP yang turut hadir dalam acara ini untuk memberikan penjelasan.

“Tidak ada perbedaan antara POS UN dan Juknis Pengisian Blanko Ijazah. Yang tertulis dalam POS, nilai sampai semester 5 itu adalah sebagai syarat kelayakan mengikuti UN. Sedangkan nilai yang ditulis di dalam ijazah meliputi nilai 6 semester sebagai bukti ketuntasa belajar”, ucap anggota BSNP.

Sementara Dinas Pendidikan Papua menanyakan adanya perbedaan kunci jawaban UN Kompetensi Keahlian bagi siswa SMK. (BS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *