VARIASI PELAKSANAAN UNBK: Lesehan dan Jarak antar Peserta Terlalu Dekat

Tahun 2016 merupakan tahun kedua pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Antusiasme satuan pendidikan untuk melaksanakan UNBK tahun ini meningkat drastis dibanding tahun lalu.

Data dari Puspendik perĀ 1 April 2016 menunjukan ada 4.381 satuan pendidikan pelaksana UNBK tahun 2016 untuk jenjang SMP/MTs, SMA/MA dan SMK. Ada kenaikan 800 persen dibanding tahun lalu dengan jumlah 554 sekolah/madrasah.

Namun demikian teknis pelaksanaan ujian di lapangan, masih terdapat variasi di masing-masing wilayah dan/atau sekolah. Di SMKN 4 Padalarang Jawa Barat, misalnya, peserta UNBK mengikuti ujian dalam posisi lesehan (duduk di lantai) yang dilapisi karpet warna merah.

Menurut Zaki Suud anggota BSNP yang memantau di sekolah tersebut, memang sehari-hari laboratorium komputer diatur sedemikian rupa.

“Memang sehari-hari, kondisi laboratorium diatur seperti ini (lesehan) dan siswa lepas sepatu”, ungkap pihak sekolah sebagaimana dituturkan kembali oleh Zaki Suud.

Sementara itu, dari Lampung Kiki Yuliati melaporkan posisi tempat duduk antar peserta UNBK terlalu dekat. Meskipun soal untuk setiap peserta berdeda, pengaturan tempat duduk seperti ini kurang tepat. Sebab berpotensi bagi peserta ujian untuk saling berkomunikasi.

“Jarak antar peserta UNBK terlalu dekat. Ini terjadi di SMAN 2 Bandar Lampung”, tulis Kiki Yuliati melalui pesan singkat (WA) seraya menambahkan perlu pengaturan dalam POS UN terkait posisi tempat duduk peserta UNBK.

Namun demikian, beberapa sekolah sudah mengatur posisi tempat duduk dengan baik. Seperti di SMA Bina Bangsa Malang atau SMKN 4 Banjarmasin, sebagaimana dilaporkan Ipung Yuwono (Malang) dan Bambang Suryadi (Banjarmasin).

Di kedua sekolah tersebut, masing-masing siswa menempati kursi dan meja yang terpisah. Jarak antar peserta ujian juga tidak dekat. Dengan demikian, setiap peserta bisa fokus dan konsentrasi mengerjakan soal ujian.

Variasi lainnya adalah, pengawas ruang yang dilakukan secara silang. Di Provinsi DKI dan Kalsel misalnya, pengawas UNBK diatur secara silang. Sedangkan di tempat lain tidak silang. Memang di POS UNBK secara eksplisitĀ  pengawas UNBK tidak diatur secara silang.

Masukan dari lapangan, sebaiknya pengawas diatur secara silang, sedangkan proktor dan teknisi tidak silang.

“Pengawasan secara silang bisa meningkatkan keseriusan peserta UN”, ungkap proktor di SMKN 4 Banjarmasin. (BS)

You may also like...

2 Responses

  1. academic IND says:

    Variasi yang baik, semoga menjadikan moment unas sebagai ujian kejujuran. Saya yakin siswa Indonesia tak kalah cerdasnya

  2. Saya sangat setuju dengan variasi ini, dengan adanya variasi ini semoga kedepannya Indonesia makin menjadi maju dan memiliki anak-anak bangsa yang jujur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *