UNPK DI BANJARMASIN: Kehadiran Peserta Tinggi, Namun Ketaatan Terhadap POS UN Masih Rendah

Banjarmasin–Pada hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Program Paket C di Kota Banjarmasin,  hampir seluruh peserta hadir. Dari 930 peserta hanya ada beberapa orang yang tidak hadir karena sakit.

Seperti tahun lalu, pelaksanaan UNPK Program Paket C di Kota Banjarmasin dipusatkan di dua tempat, yaitu  SMAN 2 dan SMKN 1 di jalan Mulawarman. Tahun ini ada  930 orang  peserta UNPK Progarm Paket C dari 15 PKBM dan satu pondok pesantren.

Di satu sisi kehadiran peserta cukup tinggi, namun di sisi lain, masih banyak ketentuan di dalam POS yang tidak ditaati.  Diantaranya adalah pengawas yang membiarkan peserta didik membawa telepon genggam ke dalam ruang ujian dan menempatkan tas di atas meja. Ada juga pengawas yang tidak menegur peserta yang bericara (ngobrol) dengan peserta lain. Bahkan pengawas sendiri ada yang menggunakan telepon genggam di ruang ujian.

Penulis sendiri menemukan tiga orang peserta di ruang 25 lantai satu SMKN 1, yang membawa telepon genggam di ruang ujian. Ketika ditanya, saat keluar dari ruang ujian, mengapa membawa telepon genggam, dengan enaknya peserta menjawab, “Saat di ruang ujian telepon dalam keadaan tidak aktif”.

Sementara di ruang 34, ada peserta yang bicara dengan peserta lain, tetapi dibiarkan oleh pengawas. Melihat kenyataan seperti ini, penulis memanggil pengawas ke luar ruang ujian dan mengingatkan untuk bersikap tegas dan menegur peserta yang ngobrol saat ujian.

Untuk meningkatkan kredibilitas pelaksanaan UNPK, masih banyak hal yang perlu dibenahi, mulai dari tingkat satuan pendidikan kesetaraan, pengelola, peserta, dan pembina di Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten dan Direktorat terkait. Ini tugas dan tantangan kita bersama. (BS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *