USULAN DARI LAPANGAN: PENGAWAS UNBK PERLU DILAKUKAN SECARA SILANG

Banjarmasin–Berbeda dengan kebijakan UNBK tahun 2015, pada tahun 2016 ini ada tiga unsur yang berperan penting dalam pelaksanaan UNBK, yaitu pengawas, proktor, dan teknisi. Tahun kemarin tidak ada pengawas, hanya ada proktor dan teknisi saja.

Peran pengawas adalah melakukan hal-hal yang bersifat administratif, seperti mengecek kesesuaian foto kartu UNBK dengan peserta supaya tidak ada perjokian dan membacakan tata tertib ujian. Singkat kata, peran pengawas UNBK tidak jauh berbeda dengan pengawas UN Berbasis kertas.

Dalam POS UN, pengawas tidak diatur secara silang. Berbeda dengan UN berbasis kertas yang secara eksplisit diatur secara silang. Sementara proktor dan teknisi, memang tidak diatur secara silang, sebab peran dan tugas mereka berbeda dengan pengawas.

Namun dalam pelaksanaannya, ada beberapa provinsi yang mengatur pengawas UNBK secara silang, seperti Dinas Pendidikan DKI dan Kalimantan Selatan.

Dari hasil pemantauan penulis di Banjarmasin, ada usulan supaya pengawas UNBK diatur secara silang.

“Saya usul supaya pengawas diatur secara silang, supaya anak-anak serius dalam mengikuti ujian karena diawasi pihak eksternal (pengawas dari sekolah lain”, ucap Dian Rycky Nugraha proktor SMKN 2 Banjarmasin.

Sementara itu, proktor di SMKN 4 dengan nada serupa mengatakan bahwa pengawas silang memberi sugesti keada siswa.

“O…ada pengawas dari luar. Jadi anak-anak serius. Berbeda dengan jika diawasi guru dari sekolah sendiri”, ucapnya seraya menambahkan untuk proktor dan teknisi tidak perlu silang karena mereka yang familiar dengan kondisi laboratorium atau tempat ujian di sekolah. Dengan demikian, jika ada permasalahan, proktor dan teknisi bisa mengatasi dengan baik. (BS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *