KETUA BSNP: INDIKATOR SUKSES BUKAN NILAI UN TINGGI TAPI INDEKS INTEGRITAS TINGGI

DSC_0283

Komisi IV DPRD Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau melakukan kunjungan kerja ke BSNP

Jakarta–BSNP Sebanyak sepuluh anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau melakukan kunjungan kerja ke BSNP pada hari Selasa (26/1/16) untuk mendapatkan informasi kebijakan pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2016, terutama UN Berbasis Komputer. Rombongan dipimpin langsung oleh Miswanto Ketua DPRD dan Mardius Ketua Komisi IV. Sementara anggota lainnya adalah Rizal Zam Zami (PKS), Deari Zamora, SH (PKS), Suharto, SH (PPP), Sugeng Riono, SP (Demokrat), Drs. Ahmad Arif Ramli, M.Pdi, Heber Demerius Lubis, SE (PDIP), Marlius, SP.di, Sugianto (PBB). Selain itu turut hadir dalam kunjungan ini adalah tiga dari sekretariat dewan.

Miswanto Ketua DPRD Kabupaten Indragiri Hulu menyampaikan bahwa tujuan kunjungan ini adalah untuk mengetahui kebijakan Ujian Nasional tahun 2016. Melalui kunjungan ini diharapkan pelaksanaan UN di Kabupaten Indragiri Hulu lancar dan sukses.

“Hasil dari kunjungan kerja ini kami berharap bisa berkomunikasi langsung kepada masyarakat sehingga pelaksanaan UN di Indragiri Hulu lancar dan sukses”, ungkap Miswanto seraya memperkenalkan anggota dewan.

Zainal A. Hasibuan Ketua BSNP menyambut positif kunjungan kerja seperti ini sebagai praktik baik antara pihak legistalif dan eksekutif dalam melaksanakan UN.

“Melalui kunjungan kerja seperti ini bisa kita cari titik temu antara pihak legistatif dan eksekutif sehingga pelaksanaan UN mendapat dukungan dari berbagai pihak”, ucapnya.

Selain itu Zainal dalam paparannya menjelaskan tentang ekosistem pendidikan nasional, kebijakan dan teknis pelaksanaan UN tahun 2016. Menurut Zainal isu yang penting dalam pelaksanaan UN bukan angka hasil UN, tetapi apakah hasil UN itu dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan atau tidak.

“Jika kita mendapat nilai 9 atau 10, tetapi nilai itu dicapai dengan tidak kejujuran, maka nilai tersebut adalah nilai semua sehingga, pada saat penerimaan siswa baru, kita lebih mengutamakan indeks integritas tinggi dari pada nilai tinggi. Sebab lebih mudah menangani siswa yang memiliki nilai rendah daripada mengangani siswa dengan integritas rendah”, ucap Ucok panggilan akrab Zainal A. Hasibuan seraya menambahkan salah satu strategi meningkatkan indeks integritas adalah dengan menerapkan UNBK.

Terkait dengan satuan pendidikan pelaksana UNBK tahun 2016, Ucok menjelaskan sampai saat ini ada 777 SMP/MTs, 1.288 SMA/MA, dan 2.094 SMK yang akan melaksanakan UNBK. Diharapkan jumlah ini akan meningkat pada tahun-tahun berikutnya.

UNBK, tambah Ucok, tidak boleh dijadikan alasan untuk pengadaan komputer secara besar-besaran. Sebab semangat yang dibangun dalam UNBK bukan pengadaan komputer, tetapi peningkatkan integritas dan efisiensi dalam pelaksanaan UN. (BS)

You may also like...

2 Responses

  1. Rizka says:

    Sangat setuju dengan bpk zainal, UNBK adalah ide yang sangat bagus, namun integritas lebih dipentingkan..

  2. Terima kasih atas informasinya, cukup mencerahkan :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *