Pelatihan Penulisan Soal UASBN

Kunjungan BSNP

Salah satu cara untuk meningkatkan mutu ujian akhir sekolah berstandar nasional atau UASBN adalah dengan meningkatkan mutu soal ujian. Soal yang bermutu, salah satu indikatornya adalah tingkat validitas dan reliabilitas yang tinggi. Demikian kesepakatan yang dicapai antara BSNP dan Puspendik dalam rapat pleno di Jakarta (3/02/09). ”Tujuan pelatihan penulisan soal ini adalah untuk menghasilkan soal yang berkualitas.Jika soalnya berkualitas, diharapkan hasil UASBN juga akan berkualitas”, ungkap Mungin Eddy Wibowo, Ketua BSNP sembari menambahkan BSNP bersama Puspendik mengadakan pelatihan penuisan soal UASBN secara bertahap. Gelombang pertama dilaksanakan dari tanggal 18-25 Februari 2009 di 17 provinsi di Indonesia bagian timur. Sedangkan gelombangn kedua dilaksanakan dari tanggal 28 Februari sampai 7 Maret untuk provinsi di Indonesia bagian tengah dan barat.

Di masing-masing provinsi, pelatihan ini diikuti oleh tiga unsur, yaitu unsur dinas pendidikan, unsur guru sekolah/madrasah, dan unsur dosen sebagai reviewer. Dari unsur dinas pendidikan meliputi kepala dinas pendidikan provinsi, penyelenggara UASBN tingkat provinsi, Kepala Seksi TK/SD, Kepala Seksi SLB, Kepala Seksi MI Kanwil Depag Provinsi. Dari unsur guru, untuk setiap kabupatan/kota mengutus tiga guru untuk tiga mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA. Dari tingkat provinsi ada 18 guru SDLB mata pelajaran Bahasa Indonesia, matematika, dan IPA. Guru SDLB ini mewakili jenis ketunaan yang ada. Sedangkan dari perguruan tinggi ada tiga dosen yang berfungsi sebagai penelaah soal yang telah disusun oleh para guru. Soal yang sudah dirakit, selain ditelaah oleh dosen, juga akan ditelaah oleh guru yang berpengalaman.

Menurut Djemari Mardapi, anggota BSNP yang menjadi koordinator ujian nasional, syarat guru untuk mengikuti pelatihahan penulisan soal adalah harus memiliki pengalaman. “Pengalaman ini sangat penting untuk menghasilkan soal yang bermutu”, ungkap Djemari sambil menambahkan bahwa keterlibatan unsur-unsur terkait tersebut untuk menciptakan koordinasi dan kerjasama sama antar sesama.

Selama delapan hari pelatihan, jadwal kegiatan sangat padat. Menurut Burhanuddin Tola, Kepala Puspendik, pada hari pertama tim dari Puspendik akan memberikan materi teknik penyusunan kisi-kisi, teknik penulisan soal pilihan ganda, teknik telaah dan revisi soal, dan teknik perakitan soal. Pada hari kedua sampai hari ketiga, peserta menulis soal pilihan ganda dan dipandu langsung oleh tim dari Puspendik. Soal yang sudah disusun oleh guru-guru tersebut selanjutnya ditelaah oleh dosen perguruan tinggi dan 3 guru selain yang terlibat dalam penulisan soal. Telaah soal ini dilakukan pada hari keempat dan kelima. Langkah berikutnya adalah perakitan dan finalisasi soal yang berlangsung selama dua hari. Sedangkan penetapan paket soal dilakukan pada hari kedelapan.

Pihak Puspendik telah mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebocoran soal dengan melakukan perjanjian dengan para guru. “Para peserta harus menandatangani surat pernyataan untuk menjaga kerahasiaan soal”, ungkap Burhanuddin Tola sembari menambahkan guru yang melanggar perjanjian tersebut bisa dikenai sanksi.

Menurut Ketua BSNP, Mungin Eddy Wibowo, anggota BSNP melakukan pemantauan di seluruh provinsi selama kegiatan berlangsung. “Dengan pemantauan ini diharapkan kegiatan pelatihan penulisan soal dapat berjalan dengan baik untuk menghasilkan soal UASBN yang bermutu”, ungkap Mungin.

Sementara itu, dari tempat pelatihan soal di provinsi dilaporkan bahwa para peserta sangat aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan. Handayani dan Sukesti, tim pelatih dari Puspendik yang bertugas di Gorontalo misalnya terkesan dengan semangat para peserta. “Kalau sudah membuat soal dan karena saking asyiknya mereka sulit diminta berhenti atau istirahat meskipun waktu sudah habis”, ungkap Handayani seraya menimpali mayoritas peserta adalah perempuan. (BangS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *